"Iya. Kami mau pergi yang ke Imam Bonjol. Kami menunggu. Setidaknya, setelah makan siang," ujarnya di Istana Wakil Presiden, Kamis (21/12).
Ia mengatakan, memiliki kesan tersendiri dengan Sukamdani. Apalagi, ia sempat berada dalam satu organisasi, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), saat dipimpin Sukamdani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pemilik Sahid Grup Sukamdani Tutup Usia |
Menurutnya, Sukamdani mampu berkompromi dengan banyak pengusaha, sehingga mereka mau bersama Kadin membangun perekonomian Indonesia.
Pagi tadi, Sukamdani menghembuskan napas terakhirnya di umur 89 tahun. Ia akan dimakamkan di Pondok Pesantren Modern Sahid, Jl Dasuki Bakri KM6, Kecamatan Pamijahan, Bogor.
Panutan di Kalangan Pengusaha
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menuturkan, Sukamdani merupakan seorang pengusaha yang mampu mendorong pengusaha hotel lokal untuk bersaing dengan asing.
“Sebagai operator hotel, beliau menggunakan brand Sahid dan mampu bersaing dengan operator luar dan mampu mendorong para hotelier yang ada untuk bisa mengelola hotel itu sendiri,” katanya mengenang.
“Sukamdani adalah pengusaha sukses yang tidak berlebihan atau sombong. Ia seorang sosok panutan. Ia juga memimpin dunia usaha dengan sangat baik,” imbuhnya.
Sofyan juga menyoroti hubungan Sukamdani dengan sang istri yang harmonis hingga usia senja. Menurutnya, hubungan keduanya indah karena selalu mendampingi satu sama lain. (bir)