Kerja sama ini dilakukan oleh PT Prima Indonesia Logistik selaku anak usaha Pelindo I, dan PT IPC Terminal Petikemas sebagai anak usaha Pelindo II.
Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana mengungkapkan, nilai investasi tahap pertama untuk perusahaan patungan ini sebesar Rp300 miliar. Dana itu berasal dari kedua perusahaan yang membentuk perusahaan patungan ini.
"Nanti total dua tahun US$175 juta," ungkap Bambang, Jumat (22/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua, ini lebih mudah mencari dana investasi dari market," sambung Bambang.
"Tidak tertutup setelah operasi akan kami IPO-kan," kata Bambang.
Meski sudah melakukan penandatanganan perjanjian, tetapi belum ada kesepakatan dalam porsi pembagian saham atau jumlah investasi dari masing-masing perusahaan.
Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya mengungkapkan, pihaknya memilih Terminal Petikemas di Batu Ampar Batam karena lokasinya yang terbilang strategis dan dekat dengan Singapura.
"Tidak untuk menyaingi Singapura, tapi sebagian Indonesia bisa lewat Batam nanti," ujar Elvyn.
Elvyn menargetkan kapasitas Terminal Petikemas di Batu Ampar memiliki 500 ribu TEUs sampai 1 juta TEUs per tahunnya. Demi mencapai target tersebut, maka dibutuhkan peralatan dan sistem yang modern.
"Lalu kapalnya harus datang ke terminal itu, barangnya harus keluar dari sana," lanjutnya.