"Ini masih di bawah satu persen (depresiasi). Artinya, rupiah cenderung stabil di 2017," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo dalam konferensi pers akhir tahun BI, Kamis (28/12).
Selain dari sisi kurs, ia bilang, kestabilan rupiah juga terlihat dari tingkat gejolak nilai tukar atau volatilitas rupiah yang lebih rendah dibandingkan tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Rupiah Mengilap, IHSG Cetak Rekor Baru 6.314 |
Adapun, tingkat volatilitas rupiah ini sejajar dengan ringgit Malaysia dan peso Filipina yang juga menurun volatilitasnya pada tahun ini dibandingkan tahun lalu.
Sedangkan, di saat yang bersamaan justru pertumbuhan volume transaksi pasar valuta asing tidak setinggi transaksi rupiah.
Tercatat, volume transaksi pasar valuta asing meningkat dari US$5 miliar per hari pada 2016 menjadi US$5,5 miliar per hari pada tahun ini atau hanya meningkat 10 persen dalam setahun terakhir.
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, ke depannya, BI akan terus menjaga stabilitas kurs rupiah melalui berbagai kebijakan yang terukur.
"Misalnya, dengan menjaga inflasi yang sesuai sasaran dan defisit transaksi berjalan dalam kondisi yang aman," kata Mirza.
Sehingga, pada ujungnya turut mengganggu stabilitas rupiah. "Jadi, ke depan akan terus menjaga stabilitas dari nilai rupiah karena kami percaya, menjaga stabilitas maka membuat pertumbuhan ekonomi akan terjadi," pungkasnya. (bir)