Khususnya petani di sentra-sentra bawang merah, seperti di Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Brebes, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Pati. Begitu pula dengan sentra di Kota Cirebon, Jawa Barat dan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementan Yasid Taufik merinci, harga rata-rata bawang merah di tingkat petani secara nasional sebesar Rp12.984 per kilogram (kg).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, harga rata-rata bawang merah di 43 pasar ritel Jakarta mencapai Rp27.732 per kg. Rata-rata ini didapat dari harga jual terendah sekitar Rp12 ribu per kg, yaitu di Pasar Induk Kramat Jati dan harga tertinggi mencapai Rp35 ribu per kg. Misalnya, di Pasar Mayestik, Pasar Glodok, hingga Pasar Senen.
Kendati begitu, Yasid mengklaim, rendahnya tingkat harga jual di tangan petani masih cukup aman. Sebab, hal itu terjadi lantaran melimpahnya pasokan di titik sentra.
Kementan mencatat jumlah pasokan bawang merah pada November 2017 sebanyak 111,46 ribu ton. Namun, pasokan ini meningkat hingga sekitar 123,84 ribu ton pada Desember 2017. Padahal, kebutuhan konsumsi masyarakat hanya sekitar 109,43 ribu ton.
Namun, tak ingin petani terus merugi, Yasid bilang, pemerintah telah menyiapkan strategi untuk meningkatkan pendapatan petani. Caranya, dengan mengoptimalkan kegiatan penyerapan dan distribusi pasokan. "Misalnya dengan berkoordinasi dengan Bulog untuk melakukan penyerapan," terang dia.
Kendati begitu, ia belum memberi proyeksi besaran penyerapan pasokan yang harus dilakukan oleh Bulog untuk turut menstabilkan harga bawang merah. (bir)