Dalam Indeks Bulanan Rumah Tangga September 2017, Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) melansir, harga satu kilogram bawang merah di Indonesia Rp28.600. Harga ini jauh lebih mahal ketimbang di Australia yang sebesar Rp19.098, Singapura Rp16.921, Malaysia Rp7.668, dan India Rp4.529.
Peneliti CIPS Hizkia Respatiadi mengungkapkan, Indeks Bulanan Rumah Tangga adalah indeks yang menggambarkan perubahan harga komoditas pangan di tingka konsumen. Harga yang digunakan untuk menghitung indeks merupakan harga terendah dari hasil perbandingan harga di Indonesia dengan beberapa negara tetangga, seperti Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, India, Australia, dan Selandia Baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks Bulanan Rumah Tangga juga mencatat harga daging sapi di Indonesia lebih mahal ketimbang Singapura, India, Malaysia, dan Filipina. Asal tahu saja, harga daging sapi di dalam negeri menyentuh Rp151.170 per kg. Sementara, di Filipina cuma Rp84.890 per kg.
Menurut Hizkian, pemantauan harga pangan bermakna penting di Indonesia, terutama bagi masyarakat pra-sejahtera. Diperkirakan, ada 28 juta masyarakat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan. Ditambah lagi, 68 juta orang yang tergolong rentan. Jika diakumulasikan, jumlahnya mencapai lebih dari sepertiga populasi Indonesia.
“Masyarakat pra-sejahtera menghabiskan sekitar 50-70 persen pendapatannya hanya untuk membeli kebutuhan bahan pangan pokok. Oleh karena itu, sedikit saja perubahan pada harga pangan akan memengaruhi pola konsumsi dan kesejahteraan mereka,” tutur dia.
Lihat juga:Pemda Diminta 'Putar Otak' Tekan Inflasi |
Indeks Bulanan Rumah Tangga, sambung Hizkia, menggarisbawahi berapa banyak uang yang dapat dihemat oleh masyarakat. Indeks ini bertujuan untuk mendorong pemerintah untuk senantiasa membuat kebijakan yang menjamin akses pangan berkualitas dengan harga terjangkau. (bir)