Bila dihitung berdasarkan penutupan IHSG akhir tahun 2017 di level 6.355, maka IHSG diharapkan bisa tembus ke level sekitar 7.943 pada tahun 2018.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan, perkiraan tersebut sejalan dengan kondisi ekonomi yang dinilai akan lebih baik dibandingkan dengan tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:IHSG Tutup Tahun dengan Rekor Baru 6.355 |
Terkait kondisi ekonomi tahun 2018, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berpendapat, pertumbuhan ekonomi dalam negeri bisa mencapai 5,4 persen.
"Dengan adanya pemilihan kepala daerah (pilkada) sebanyak 171 dampaknya akan menaikan pertumbuhan ekonomi," ucap Darmin.
"Jadi bertambah kebutuhannya karena pengeluaran untuk kaos, baliho, dan lain sebagainya," jelas Darmin beberapa waktu lalu.
Untuk itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pelaku pasar tak perlu lagi menunggu (wait and see) untuk berinvestasi di pasar modal. Indikator makro ekonomi, seperti tingkat inflasi dinilai cukup stabil, yakni dibawah empat perse.
"Kemudian pertumbuhan ekonomi juga ya sedikit di atas lima persen," ucap Jokowi. (agi)