Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution bilang, tambahan hanya akan dilakukan kalau pemerintah bisa memastikan bahwa 1,2 juta KK penerima BPNT sebelumnya benar-benar memanfaatkan anggaran tersebut.
Sebab, Darmin menilai, hingga saat ini, pemerintah belum juga menerima laporan dari lapangan bahwa 1,2 juta KK penerima BPNT benar-benar telah membuka rekening dan mendapatkan kartu tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, verifikasi baru bisa dilakukan setelah 25 Januari 2018 nanti, mengingat uang BPNT baru akan masuk ke rekening masing-masing KK tanggal 25 setiap bulannya.
“Nanti kami akan adakan rapat lagi untuk menentukan apakah akan ada tambahan 2,6 juta KK di Februari,” lanjut dia.
Rencananya, sisa 5,6 juta KK yang tidak memeperoleh BPNT ini akan mendapatkan bantuan berupa bantuan sosial beras untuk rakyat sejahtera (bansos rastra). Adapun, bantuan ini berbeda dengan BPNT, karena masyarakat langsung menerima bantuan dalam bentuk beras (in-kind transfer).
“Jadi, di tahun ini, ada dua kebijakan bantuan. Pertama, tentu BPNT, di mana masyarakat bebas membelanjakan uang bantuan untuk beli beras dan kebutuhan lain, dan juga bantuan sosial beras,” pungkasnya.
Hal ini mengganti ketentuan sebelumnya di mana pemerintah memberikan bantuan beras, minyak goreng, gula, dan telur ayam kepada masyarakat miskin.
Bantuan sosial ini akan masuk ke dalam pagu anggaran Kemensos yang dipatok Rp41,29 triliun pada APBN 2018. Angka ini melejit signifikan dari APBNP 2017 yang hanya sebesar Rp17,31 triliun. (bir)