Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, terdapat kekurangan gudang penyimpanan selama tahun lalu. Saat ini, Bulog tercatat memiliki 1.550 unit gudang di 550 kompleks gudang dengan kapasitas 3,9 juta ton beras.
“Sampai tahun lalu, tidak seluruh gudang teroptimal dengan baik. Karena, berbagai hal. Beberapa yang dilakukan untuk gudang adalah perbaikan. Kami bersihkan gudang dari luar kepentingan Bulog,” ujarnya, mengutip Antara, Rabu (17/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga, diharapkan BUMN pangan tersebut menjadi lembaga logistik yang kuat. “Tujuan kami agar dapat meraih status menjadi badan logistik komoditi,” tutur dia.
"Reproses dengan sosoh ulang. Beras akan kami poles kembali agar tampilan lebih bagus. Bukan persoalan bahaya atau tidak bahaya," katanya.
Bulog juga akan merevitalisasi Unit Pengolahan Gabah Beras (UPGB) yang mana saat ini ada beberapa dari antara 131 unit yang dimilikinya tidak beroperasi, misalnya rusak sehingga membutuhkan perbaikan.
Adapun, anggaran untuk pengembangan infrastruktur logistik tahun ini diperkirakan mencapai Rp3,2 triliun. Sebesar Rp2 triliun di antaranya akan berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN). (antara/bir)