Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P.S Brodjoegoro mengatakan, hal ini terlihat dari kontribusi ketersediaan infrastruktur ke Produk Domestik Bruto (PDB).
Tercatat, stok infrastruktur terhadap PDB pada 2012 sebesar 38 persen terhadap PDB. Posisi ini menurut Bambang tak banyak berubah sampai tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kontribusi pembangunan infrastruktur saat ini juga tertinggal dari negara lain. Sebab, ia mencatat, rata-rata stok infrastruktur global ada di kisaran 70 persen dari PDB masing-masing negara.
Untuk itu, meningkatkan pembangunan infrastruktur sangat perlu dilakukan pemerintah. Sebab, infrastruktur tak hanya berdampak langsung sebagai penunjang aktivitas masyarakat, namun lebih jauh turut membangun ekonomi.
Tantangannya, kata Bambang, tinggal bagaimana Indonesia bisa memperoleh sumber-sumber pendanaan baru untuk infrastruktur.
Sebab, ia mencatat, sekitar 41,3 persen proyek infrastruktur masih mengandalkan suntikan dari APBN. Nilainya sebesar Rp1.969,6 triliun dari total kebutuhan Rp4.769 triliun.
"Sedangkan kontribusi dari BUMN baru sekitar 22,2 persen dan partisipasi swasta sekitar 36,5 persen," terangnya.
Oleh karenanya, dibutuhkan skema-skema pembiayaan yang segar dan menguntungkan untuk menarik dana yang lebih banyak dari investor, khususnya swasta. (gir)