WEF Menyoroti Sejumlah Risiko Global

Lavinda, CNN Indonesia | Kamis, 25/01/2018 08:46 WIB
WEF Menyoroti Sejumlah Risiko Global Sejumlah risiko global berpotensi menerpa kondisi ekonomi negara-negara di dunia sepanjang 2018. Di antaranya terkait ketimpangan ekonomi dan sosial. (Dok. www.weforum.org).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah risiko global berpotensi menerpa kondisi ekonomi negara-negara di dunia sepanjang 2018. Di antaranya terkait ketimpangan ekonomi dan sosial, serta ketegangan politik baik domestik maupun internasional.

Hal itu tertulis dalam laporan 'The Global Risks Report 2018'. Laporan itu diterbitkan seiring pertemuan sejumlah pelaku kebijakan di dunia dalam World Economic Forum pada 23-26 Januari 2018 di Davos, Swiss.

"Sejumlah risiko yang disoroti ialah terkait ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang berlangsung terus-menerus, ketegangan politik domestik dan internasional, bahaya lingkungan, dan kerentanan kasus di dunia siber," demikian tertulis dalam laporan yang dikutip Rabu (24/1).

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) mengestimasi, 53 persen negara mengalami peningkatan dalam hal ketimpangan pendapatan selama tiga dekade terakhir, terutama di negara-negara maju.


Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) menyoroti pertumbuhan pendapatan di seluruh dunia telah melambat sejak 2012.

Laporan tahunan terbaru Survei Persepsi Risiko Global (Global Risks Perception Survey/GRPS) 2018 menyimpulkan para responden pesimis dengan kondisi global pada tahun ini.

Menariknya, temuan yang paling mencolok tahun ini ialah berkurangnya risiko krisis ekonomi dalam skala besar. Hal itu melanjutkan tren perbaikan dalam beberapa tahun terakhir. Digambarkan bahwa krisis keuangan akan semakin surut, risiko ekonomi memudar dan membaik, berganti dengan risiko lingkungan.

Sebagai informasi, pada 2017 lalu, Laporan Risiko Global menerbitkan proyeksi terkait meningkatnya ketidakpastian global, ditambah ketidakpuasan masyarakat atas tatanan politik dan ekonomi global. Hal itu mendasari munculnya tuntutan reformasi struktural terhadap kapitalisme pasar dan imbauan untuk membangun kembali solidaritas di antara seluruh negara. (lav/bir)