Logo GPN Terlambat 'Mejeng' di Kartu Debit/ATM Bank

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Rabu, 31/01/2018 08:52 WIB
Logo GPN Terlambat 'Mejeng' di Kartu Debit/ATM Bank Kebijakan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) Bank Indonesia (BI) agaknya masih perlu menunggu waktu realisasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebijakan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) Bank Indonesia (BI) agaknya masih perlu menunggu waktu realisasi. Hal ini terlihat dari belum munculnya logo GPN di kartu debit/ATM perbankan dalam negeri hingga penghujung Januari ini.

Padahal, BI ingin logo GPN 'mejeng' di kartu debit/ATM bank mulai 1 Januari 2018 lalu, sehingga antar bank bisa mulai berbagi transaksi melalui mesin perekam data elektronik (Electronic Data Capture/EDC) dan mesin ATM.

Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Handayani mengatakan, saat ini bank masih menunggu persetujuan desain


kartu dari BI dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

Dengan demikian, perubahan kartu debit/ATM dari nasabah belum bisa dilakukan atau ‘molor’ dari target BI. Ia mengestimasi, transmisi perubahan kartu debit/ATM tetap bisa dilakukan pada kuartal I 2018.

"Tapi kami butuh waktu juga karena kartu kami banyak di masyarakat, mencapai 50 juta keping kartu. Jadi semuanya secara bertahap sesuai dengan arahan dari BI," ujar Handayani, Selasa (30/1).

Kendati kartu belum berubah logo, namun Handayani memastikan, dengan GPN nanti, BRI akan bekerja sama dengan empat perusahaan switching sekaligus, yaitu ATM Bersama, Link, ALTO, dan Prima.

Senada, Head of Consumer Deposit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Trilaksito Singgih Hudanendra mengatakan, perubahan kartu debit/ATM nasabah belum dilakukan karena terjadi perubahan rincian model kartu dari BI. Sehingga, bank baru memberikan usulan model kartu kembali ke BI pada pekan ini.

"Intinya, BI sudah berikan petunjuk modelnya dan diajukan pada minggu ini. Jadi kami nmasih tunggu approval (persetujuan) dari BI. Tapi begitu sudah disetujui, ya kami bisa langsung ubah," kata Singgih kepada CNNIndonesia.com.

Kendati begitu, Singgih bilang, Bank Mandiri tak mematok jumlah khusus untuk perubahan logo kartu pada tahap pertama perubahan dilakukan.


"Tidak ada (target), itu natural saja, sesuai bisnis proses saja. Karena kan sejatinya masih ada kartu untuk transaksi domestik dan internasional. Untuk kartu lain (yang berprinsipal asing) kan tetap ada," terangnya.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko mengatakan, memang perubahan model kartu debit/ATM bank tak bisa dilakukan pada Januari ini lantaran bank baru memasukkan permohonan penerbitan dan rencana perubahan (action plan).

Namun, hal ini dipastikan tak mengganggu semangat kebijakan GPN itu sendiri. Sebab, cepat atau lambat, tentu kebijakan ini tetap akan berjalan. "Kami kan melihat dari permohonan yang masuk dan action plan, tinggal dipantau, tidak ada masalah. Jadi kami tunggu saja," tutur Onny kepada CNNIndonesia.com.

Ia mengestimasi, beberapa bank sebenarnya sudah lebih siap, sehingga perubahan model kartu dengan turut menyertakan logo GPN bisa dilakukan mulai Februari hingga Maret 2018. "Diperkirakan Maret atau April akan beredar dalam jumlah banyak," imbuhnya.

Kendati begitu, BI belum bisa mengestimasi berapa jumlah kartu debit/ATM bank yang bermigrasi dengan menyertakan logo GPN mulai Februari mendatang.

Sebelumnya, BI meluncurkan kebijakan GPN agar transaksi melalui mesin EDC dan ATM antar bank bisa dilakukan, sehingga bisa mewujudkan integrasi dan intermediasi antar bank.

Manfaatnya, bank bisa lebih efisien untuk mengeluarkan biaya infrastruktur dan biaya transaksi yang dikenakan ke merchant dan nasabah. Misalnya, biaya yang dikenakan atas transaksi bank A di mesin EDC dan ATM bank A (on us) hanya 0,15 persen dan biaya transaksi bank A di mesin EDC dan ATM bank B (off us) hanya 1,0 persen. (lav/lav)