Jokowi Ancam Tutup Pusat Promosi Dagang di Luar Negeri

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 31/01/2018 15:44 WIB
Jokowi Ancam Tutup Pusat Promosi Dagang di Luar Negeri Presiden Joko Widodo kembali menginstruksikan Enggar beserta seluruh kementarian lainnya berkoordinasi, ketika akan memamerkan produk Indonesia di negara lain. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengancam membubarkan tim promosi dagang di luar negeri atau Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Hal ini lantaran, ekspor Indonesia yang terbilang masih minim, antara lain akibat promosi produk luar negeri yang terkesan ala kadarnya.

Berdasarkan data 2016, nilai ekspor Indonesia baru US$145 miliar. Sementara itu, ekspor Malaysia dan Thailand masing-masing mencapai US$184 miliar dan Thailand US$231 miliar.

"Bertahun-tahun kita memiliki ITPC, apa yang dilakukan? Apa mau diteruskan? Saya lihat tidak ada manfaat, saya tutup. Negara keluar duit untuk itu. Tidak kecil, banyak," ujar Jokowi di Istana Negara, Rabu (31/1).


Jokowi mengaku, tidak keberatan menggelontorkan banyak dana, sepanjang Indonesia dipromosikan dengan benar. Dengan demikian, produk Indonesia dikenal dan ekspor pun meningkat.
Namun, kenyataannya, menurut dia, nilai ekspor Indonesia masih tertinggal. Jokowi bahkan mendengarkan suara sumbang mengenai keikutsertaan Indonesia dalam pameran-pameran internasional.

"Terakhir di Dubai saya dapat suara, malu kita. Enggak usah ikut kalau karena prosedur dilewati, hanya ikut-ikut, pembeli menengok pun enggak mau kalau stannya cuma satu," tuturnya.

Berdasarkan informasi yang Jokowi terima, kementerian-kementerian selama ini ikut pameran sendiri-sendiri di luar negeri dan hanya menyewa satu stan kecil yang juga kerap berada di posisi kurang strategis.
Ia pun kembali menginstruksikan Enggar beserta seluruh kementarian lainnya berkoordinasi, ketika akan memamerkan produk Indonesia di negara lain.

Hal tersebut juga disampaikan di hadapan Kepala BKPM Thomas Lembong, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, serta KSP Moeldoko.

"Kalau mau pameran, di depan gerbang, jangan di belakang. Pesan stan dua sampai lima tahun sebelumnya. Kalau satu dua stan kecil apa gunanya? Kalau saya, (lebih baik) enggak usah ikut. Pilih yang bagus dan bermanfaat, itu namanya pameran," tegas Jokowi. (agi)