Direktur Mandiri Sekuritas Laksono Widodo mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan percepatan transaksi jual dan beli saham menjadi T+2 sejak tahun 2017. Teknologi perusahaan pun saat ini sudah siap.
"Kami sudah siap, kan sebenarnya dikasih waktu. Rencananya sudah dari tahun lalu," ungkap Laksono kepada CNNIndonesia.com, Kamis (1/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena ini kan suatu mata rantai, jadi tergantung yang lain juga," kata Laksono.
Senada, MNC Sekuritas juga mengaku sudah siap untuk mengikuti rencana perubahan transaksi jual dan beli saham tersebut. Hanya saja, perusahaan juga menanti persiapan dari BEI.
"Karena kan sistemnya harus dites dulu, dari T3 ke T2. Lalu harus menunggu persiapan bank juga," ucap Direktur Utama MNC Sekuritas, Susy Meilina.
"Ketika sudah siap, nanti akan simulasi," pungkas Susy.
Sebelumnya, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Alpino Kianjaya mengatakan, masih menunggu persiapan perusahaan sekuritas untuk mengubah sistem penyelesaian transaksi jual beli dan saham menjadi T+2.
"Kami sudah clear, tinggal menunggu vendor saja. Perusahaan sekuritas kan menggunakan vendor jadi mereka harus siapkan dulu perubahan," ungkap Alpino. (agi)