Sikap 'Wait & See' Pelaku Pasar Buat IHSG Tertekan Awal Pekan

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Senin, 05/02/2018 08:28 WIB
Sikap 'Wait & See' Pelaku Pasar Buat IHSG Tertekan Awal Pekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan melemah pada hari ini, Senin (5/2), karena pelaku pasar menunggu kepastian kebijakan Gubernur baru The Fed. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan melemah pada hari ini, Senin (5/2), karena pelaku pasar memutuskan untuk menunggu (wait and see) terhadap kebijakan baru Gubernur baru The fed, Jerome Powell.

Analis Trimegah Sekuritas Gina Novrina Nasution mengatakan, masa jabatan Janet Yellen sebagai Gubernur The Fed berakhir pada 3 Februari 2018. Artinya, Jerome Powell akan mulai bekerja pada Senin (5/2).

"Pelaku pasar menunggu kebijakan Powell apakah langsung menaikan suku bunga atau bagaimana," tutur Gina kepada CNNIndonesia.com, dikutip Senin (5/2).

Menurut Gina, pelaku pasar khawatir Powell akan menaikan suku bunga secara drastis. Keresahan pelaku pasar ini tak hanya dari dalam negeri, melainkan juga dari global.


"Sentimen ini membuat indeks global, khususnya saham Wall Street turun," ucap Gina.

Terpantau, tiga indeks utama bursa saham Wall Street anjlok pada akhir pekan lalu, Jumat (2/2). Dow Jones turun 2,54 persen, S&P500 melemah 2,12 persen, dan Nasdaq Composite merosot 1,96 persen.

"Jadi satu pekan pelaku pasar akan wait and see," imbuh Gina.

Terlebih, sebagian pelaku pasar masih akan merealisasikan keuntungannya (profit taking) pasca penguatan Jumat kemarin. Sehingga, Gina meramalkan, IHSG sepanjang pekan ini bergerak dalam rentang support 6.550 dan resistance 6.630.

Sementara itu, analis KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko menyarankan agar pelaku pasar tidak agresif untuk melakukan aksi beli pada hari ini.

"Pelaku pasar disarankan menunggu terjadinya aksi ambil untung dari kaum beruang," papar Yuganur dalam risetnya.

Setelah aksi ambil untung marak terjadi, pelaku pasar bisa memanfaatkannya dengan melakukan akumulasi beli dan masuk pada saham PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Sekadar informasi, IHSG sepanjang pekan lalu terkoreksi 0,47 persen ke level 6.628. Dengan demikian, nilai kapitalisasi pasar ikut merosot 0,41 persen menjadi Rp7.372 triliun. (lav/lav)