Astra Buka Opsi Kolaborasi Perluasan Bisnis dengan Gojek

Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Senin, 12/02/2018 19:51 WIB
Astra Buka Opsi Kolaborasi Perluasan Bisnis dengan Gojek Setelah suntikan modal Rp2 triliun ke Gojek, Astra International melihat peluang kolaborasi bisnis, seperti perawatan dan pembiayaan kendaraan bermotor. (REUTERS/Iqro Rinaldi).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Astra International Tbk (ASII) menyebutkan bahwa kolaborasi perusahaan dengan Gojek tidak akan terbatas pada suntikan modal sebesar US$150juta atau setara Rp2 triliun. Nantinya, Astra akan merangkul Gojek untuk berkoloborasi bisnis sektor lain, seperti asuransi, perawatan kendaraan, dan pembiayaan kendaraan bermotor untuk mitra pengemudi Gojek.

Seperti diketahui Astra International memiliki anak usaha yang jumlahnya bejibun, mulai dari sektor otomotif, finansial, alat berat, teknologi informasi, infrastruktur, dan properti.

Direktur Utama Astra International Prijono Sugiarto bilang, saat ini, mitra pengemudi Gojek mencapai 200 ribu. Jumlah ini dapat dimanfaatkan oleh bengkel resmi (service center) Astra Group yang sebanyak 4.000 di seluruh Indonesia.


"Nah, ini bisa membantu tugas Gojek untuk melayani konsumen. Kami bisa berkolaborasi," ujarnya, Senin (12/2).

Di bisnis penjualan motor, secara konsolidasi Astra International rata-rata menjual 4,5 juta unit motor setiap tahunnya. Saat ini, pangsa pasar motor Astra International sebesar 75 persen.

"Tadi, pak Nadiem Makarim (CEO Gojek) bilang yang belum ada itu di Papua. Main dealer kami kuat di sana," jelas Prijono.


Namun demikian, ia bilang, bukan berarti kerja sama akan serta merta menaikkan penjualan motor Astra International meningkat signifikan. Perusahaan masih akan melihat kebutuhan pengendara Gojek untuk membeli motor.

"Ini bukan hanya sekadar penjualan mobil, tapi ada masa depan yang menjanjikan di era digital ini jika kami berkolaborasi," tutur dia.

Secara terpisah, Direktur Astra International Suparno Djasmin mengatakan, perusahaan belum ada target pasti untuk kemajuan bisnis asuransi setelah suntikan modal ke Gojek.


"Begitu cepat untuk berkomentar, ini masih sangat awal," kata Suparno.

Sementara itu, Suparno juga mengklaim, perusahaan akan selalu menaati dan memperhatikan aturan transportasi daring (online) yang ditetapkan oleh pemerintah.

Sementara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sejauh ini belum menetapkan aturan apapun mengenai ojek online (ojol).

"Kami akan menyesuaikan apapun itu, beroperasi, dan mengikuti aturan yang ada," tegasnya.

Adapun, Astra International menggunakan kas internal untuk memberikan modal segar kepada Gojek. Dana itu langsung dari kas grup Astra. Bukan menggunakan kas salah satu lini bisnisnya. (bir)