35 PNS Digadang Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Selasa, 13/02/2018 20:16 WIB
35 PNS Digadang Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa Sebanyak 35 Aparatur Sipil Negara (ASN) berpeluang mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) setelah melalui beberapa tahapan seleksi. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 35 Aparatur Sipil Negara (ASN) berpeluang mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB). Untuk mendapatkan tersebut, ke-35 Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu harus melalui beberapa tahapan.

Kenaikan pangkat ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2002 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. Pasal 32 beleid itu menyebut, PNS yang naik pangkat akan dikecualikan dari ujian dinas jika menunjukkan prestasi kerja yang luar biasa baiknya.

Dikutip dari laman resmi Badan Kepegawaian Nasional (BKN), para calon penerima harus melakukan presentasi yang dilakukan di Kantor Pusat BKN dan dinilai oleh Kepala BKN beserta tim penilai KPLB.



Sebelum memaparkan prestasinya, Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan ada dua tahapan yang perlu dilalui calon penerima KPLB yakni seleksi administrasi dan penilaian usulan inovasi oleh tim penilai.

"Ketiga adalah presentasi inovasi sehingga transparan bagi ASN yang mengusulkan KPLB; keempat penetapan penerima KPLB," ujar Bima dikutip Selasa (13/2).

Salah satu ASN yang digadang menerima KPLB adalah Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Barat Dadang Suharto yang menjelaskan tentang terobosan di bidang pelayanan publik.

Di dalam paparannya, inovasi telah dilakukan melalui aplikasi e-samsat, di mana masyarakat Jawa Barat bisa membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui mobile banking.


Terobosan ini, lanjutnya, dilatarbelakangi upaya untuk mempermudah sistem pembayaran pajak kendaraan bermotor, mengingat PKB adalah salah satu sumber pendapatan besar Pemprov Jabar.

"Sebelum ada aplikasi ini pengendara motor yang akan membayar pajak kendaraannya harus ke kantor Samsat yang berlokasi di Jabar. Nah, dengan e-samsat, pajak dapat dibayarkan di manapun dengan mudah," jelas Dadang.

Tak hanya Dadang, nantinya hasil-hasil presentasi tersebut akan didiskusikan oleh Tim Penilai dan kemudian ditetapkan siapa saja ASN yang berhak menerima KPLB. (gir/gir)