Sri Mulyani menerangkan, pemerintah memang memasang target 40 besar EoDB di tahun 2019 mendatang. Namun, menurutnya, keinginan pemerintah tersebut bukan semata-mata ingin meningkatkan peringkat saja. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini bilang, indeks EoDB mencerminkan potensi peningkatan produktivitas di suatu negara.
Berdasarkan data Bank Dunia, indeks EoDB di tahun 2018 ini berada di angka 72, atau naik 37 peringkat dalam kurun dua tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu, menurut dia, manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) di dalam kementerian dan lembaga sangat penting untuk mengatasi hal tersebut. Dalam hal ini, ia berharap proses rekrutmen PNS di tahun kemarin benar-benar bisa menjaring SDM yang baik, sehingga aparatur sipil negara benar-benar bisa memanfaatkan kapasitasnya untuk mendorong perbaikan ekonomi.
Apalagi, tahun 2018 dianggap sebagai momentum yang baik setelah ekonomi Indonesia dihantam gejolak eksternal dalam tiga tahun belakangan.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birkokrasi Asman Abnur menambahkan, rekrutmen PNS memang saat yang tepat dalam mereformasi birokrasi dan manajemen SDM di dalam tubuh instansi pemerintahan. Ia juga yakin, seharusnya orang-orang yang lolos seleksi benar-benar SDM tepat karena seleksinya dianggap ketat.
Menurut data Kemenpan RB, total pelamar seleksi PNS di tahun lalu mencapai 2,43 juta orang yang memperebutkan 33.156 kursi pekerjaan. Dengan demikian, hanya 1,36 persen pelamar saja yang berhak diterima sebagai abdi negara.
“Pemerintah bertahun-tahun sudah moratorium penerimaan PNS dan ini saatnya memperbaiki sistem manajemen SDM. Pada awalnya, kami akui reformasi berjalan lamban, namun hasilnya bisa kami rasakan, salah satunya melalui indikator EoDB,” terang Asman. (agi)