Jokowi mencontohkan, banyak kondisi jalanan di Papua saat ini yang rusak, penuh genangan, dan hanya berupa tanah merah yang sulit ditempuh.
Melalui video yang ditunjukkan Jokowi di hadapan sekitar 600 rektor yang merupakan anggota Forum Rektor Indonesia, banyak mobil yang benar-benar kesulitan menerjang tingginya genangan air dan tanah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, di balik video tersebut, Jokowi menyatakan, kondisi yang dilihat nyata adanya. Ia juga menekankan, jalan serta pembangunan infrastruktur dinilai sangat penting demi mempermudah akses logistik, kesehatan, serta pendidikan bagi masyarakat Papua.
Pembangunan infrastruktur mempengaruhi biaya logistik terutama bagi daerah yang selama ini tidak tersentuh. Pembangunan juga mengundang investor dan membantu kehidupan masyarakat sekitar.
Infrastruktur Indonesia dinilai tertinggal dari negara-negara sahabat. Oleh sebab itu, pembangunan infrastruktur Indonesia menjadi fokus dan dipercepat dalam tiga tahun terakhir.
Keputusan itu dikritik banyak pihak. Salah satunya adalah Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Menurutnya, Jokowi terlalu fokus terhadap infrastruktur tanpa memikirkan kesejahteraan petani.
Senada, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan infrastruktur tidak bisa menjadi solusi dari semua masalah yang ada di Indonesia.
Kritikan terbaru berasal dari Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Zaadit Taqwa yang menyatakan jalan hanya dinikmati orang bermobil. (agi/asa)