Perusahaan bekerja sama dengan BNI Sekuritas selaku Lead Arranger untuk penerbitan MTN. Direktur Utama SMBR Rahmad Pribadi mengatakan, MTN merupakan instrumen keuangan yang cocok untuk perusahaan karena menawarkan tingkat bunga yang kompetitif.
"Saat ini, momentumnya juga sangat tepat, karena bursa domestik dan global sedang berada dalam kondisi yang baik," ujarnya, mengutip Antara, Selasa (20/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga akhir tahun lalu, kredit investasi yang sudah digunakan untuk pembangunan Pabrik Baturaja II telah mencapai Rp925 miliar.
Lihat juga:Apindo Sebut Ada 100 Perusahaan Layak IPO |
Oleh karenanya, demi menghemat biaya bunga, perusahaan mengganti sisa pinjaman sebesar Rp400 miliar melalui MTN dengan bunga yang lebih rendah. Adapun, melalui MTN, perusahaan menghemat Rp79,5 miliar dibandingkan kredit investasi.
Dalam rangka penerbitan MTN, perusahaan mendapatkan peringkat idA dari Pefindo dengan prospek stabil. "Ini membuktikan bahwa SMBR memiliki prospek usaha yang bagus dan mendapatkan kepercayaan investor untuk menerbitkan MTN," terang dia.
Dana MTN ini rencananya akan digunakan untuk membayar utang retensi Pabrik Baturaja II sebesar Rp233,7 miliar. Selain itu, juga akan digunakan untuk belanja modal tahun ini. (antara/bir)