Khawatir Harga BBM Naik, Keyakinan Konsumen Melorot

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Selasa, 06/03/2018 20:32 WIB
Khawatir Harga BBM Naik, Keyakinan Konsumen Melorot Bank Indonesia mencatat, Indeks Keyakinan Konsumen menurun pada Februari 2018 dibanding bulan sebelumnya, seiring kekhawatiran adanya kenaikan harga BBM. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mencatat keyakinan konsumen menurun pada Februari 2018, seiring adanya kekhawatiran terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang turun dari 126,1 pada Januari 2018 menjadi 122,5.

Kepala Departemen Komunikasi BI Agusman mengatakan, konsumen cenderung khawatir bahwa harga BBM akan naik dalam tiga bulan mendatang atau pada Mei 2018. Pasalnya, bulan Ramadan akan jatuh pada bulan tersebut.

"Ekspektasi terhadap peningkatan harga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan terhadap barang dan jasa pada periode bulan Ramadan," tulis Agusman dalam keterangan resmi, Selasa (6/3).


Selain itu, penurunan IKK juga terlihat dari penurunan indeks ketepatan waktu pembelian barang tahan lama (durable goods) dari 119,4 menjadi 115,5 dan indeks ekspektasi kegiatan usaha pada enam bulan mendatang dari 137,4 menjadi 132,8.


Penurunan keyakinan ini terjadi hampir di seluruh kategori pengeluaran responden, terutama responden dengan pengeluaran sebesar Rp2,1-3 juta per bulan.

"Konsumen cenderung menahan pembelian barang tahan lama, terutama elektronik, furniture, dan perabotan rumah tangga," terangnya.

Lebih lanjut, penurunan indeks keyakinan konsumen juga dipengaruhi oleh merosotnya indeks ekspektasi penghasilan dari 150,8 menjadi 145,8. Hal ini, terutama terjadi pada responden dengan pengeluaran lebih dari Rp5 juta per bulan. 


Bersamaan dengan penurunan indeks keyakinan itu, porsi pendapatan responden rumah tangga untuk konsumsi juga melorot dari 64,4 persen menjadi 63,9 persen dari total pendapatan. Hal tersebut menunjukkan masyarakat kembali menahan konsumsinya dan lebih memilih menyimpan penghasilannya.

"Penurunan porsi konsumsi ini terjadi dengan pengeluaran Rp3,1-4 juta per bulan dan di atas Rp5 juta per bulan. Sementara peningkatan porsi tabungan terjadi di seluruh kategori pengeluaran, terutama responden berpengeluaran di atas Rp5 juta per bulan," jelasnya.

Meski konsumen meyakini bahwa harga BBM akan dinaikkan, pemerintah baru saja mengeluarkan keputusan bahwa harga BBM jenis solar dan premium tak akan dinaikkan hingga 2019. Begitu pula dengan Tarif Dasar Listrik (TDL). Hal ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat yang masih belum pulih. (agi/agi)