Target Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Diramal Kembali Meleset

SAH, CNN Indonesia | Selasa, 06/02/2018 11:28 WIB
Target Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Diramal Kembali Meleset Pertumbuhan ekspor dan daya beli yang membaik diperkirakan akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat Ekonomi Chatib Basri memperkirakan, pertumbuhan ekonomi di tahun ini hanya akan berada di kisaran 5,2 persen hingga 5,3 persen. Proyeksi ini di bawah target pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 5,4 persen.

Chatib menjelaskan, pertumbuhan ekonomi di tahun ini akan ditunjang oleh pertumbuhan ekspor dan daya beli masyarakat yang membaik.

"Ekspor, kalau harga batu bara bertahan di US$80 sampai US$90 per metrik ton dan harga CPO bagus, maka pertumbuhan di 2018 bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu," papar Chatib setelah acara Seminar Disrupsi Digital, di Jakarta, Selasa (5/2).


Daya beli masyarakat, menurut Chatib, juga diperkirakan akan meningkat karena adanya program padat karya tunai (cash for work) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Pasalnya, menurut dia,  kelompok miskin yang menjadi sasaran program tersebut, akan cenderung membelanjakan uang yang didapat.


"Padat karya tunai, di mana orang kerja kemudian dikasih uang tunai. Kelompok yang miskin itu tidak akan bisa menabung, kalau dia punya uang tunai pasti dia akan belanjakan," terangnya.

Selain program pemerintah, Chatib juga menyebut, adanya momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 171 daerah juga akan mendongkrak daya beli masyarakat.


"Kemudian, Kandidat presiden itu di September sudah bisa announce, jadi efek dari spending itu akan membantu untuk mendorong daya beli," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun lalu sebesar 5,07 persen. Pertumbuhan tersebut lebih rendah dari target pemerintah sebesar 5,2 persen. (agi/agi)