Rencana Pertemuan Trump-Kim Jong Un Dongkrak Bursa Saham Asia

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Jumat, 09/03/2018 14:26 WIB
Rencana Pertemuan Trump-Kim Jong Un Dongkrak Bursa Saham Asia Pasar saham Asia menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (9/3), menyusul dirilisnya data gaji Amerika Serikat (AS) dan kemungkinan membaiknya hubungan antara Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un. Kim menawarkan komitmen untuk menghentikan percobaan nuklir dan peluru kendali yang diikuti oleh kesediaan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk bertemu dengan Kim sebelum Mei 2018.(REUTERS/Thomas Peter)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasar saham Asia menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (9/3), menyusul dirilisnya data gaji Amerika Serikat (AS) dan kemungkinan membaiknya hubungan antara Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kim menawarkan komitmen untuk menghentikan percobaan nuklir dan peluru kendali, yang diikuti oleh kesediaan Trump untuk bertemu dengan Kim sebelum Mei 2018.

Dilansir dari Reuters Jumat (9/3), indeks saham Jepang menguat dua persen pada sesi perdagangan terakhir, setelah sebelumnya menguat 0,9 persen. Kemudian, pasar saham Korea Selatan menguat 1,5 persen dan menikmati salah satu hari terbaiknya sejak Mei 2017.


Indeks MSCI Asia Pasifik, di luar Jepang, naik 0,6 persen. Kemudian, Australia menguat 0,4 persen.

Penasihat keamanan nasional Korea Selatan (Korsel) mengumumkan penawaran Kim di Gedung Putih, usai menyampaikan surat dari pemimpin Korut itu kepada AS. Para pembantu Trump khawatir dengan tawaran diplomatis tersebut mengingat Korut pernah mengingkari komitmen internasional.

Sementara itu, indeks e-Mini berjangka untuk S&P 500 relatif tak bergerak seiring dengan investor yang mengantipasi data upah tenaga kerja AS yang baru akan dirilis hari ini.

Pasar saham mulai sedikit cerah pasca tekanan dari kebijakan pengenaan tarif impor AS yang memberikan pengecualian terhadap Meksiko dan Kanada. Pengecualian itu memberikan harapan untuk menghindari perang dagang besar-besaran.


Gedung Putih menyatakan negara lain dapat mengajukan pengecualian terhadap tarif impor sebesar 25 persen untuk baja dan 10 persen untuk aluminium. Namun, tak ada rincian mengenai kapan permohonan itu akan dikabulkan dan apa persyaratan yang mengikatnya.

Beberapa negara mitra dagang utama AS telah menyatakan bahwa masing-masing akan menanggapi rencana pengenaan tarif itu dengan tarif atau kebijakan lain.

"Pasar sedikit bergembira tetapi pengecualian akan diikuti dengan surat peringatan yang menuntut timbal balik- Presiden (Trump) adalah orang seperti itu," ujar Kepala Strategi Pasar Axi Trader Greg McKenna.

Menurt McKenna, kekhawatiran telah diatasi dengan cepat, tetapi China dan Uni Eropa akan mendapatkan pengawasan lebih ketat.

Dolar Kanada dan peso Meksiko turut menguat meskipun kedua negara masih melakukan negosiasi yang alot dengan AS terkait NAFTA.


Isu peningkatan proteksionisme menjadi salah satu risiko yang diperhatikan oleh Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi pada rapat kebijakan bank sentral terakhir.

Meskipun ECB telah menyatakan untuk mengurangi kebijakan pelonggaran, Draghi terlihat tidak ingin cepat-cepat mengurangi stimulus.

Jepang Tetap Bertahan pada Stimulus

Tendensi menurun (dovish) cukup terlihat pada kurs euro yang melemah 0,8 persen kemarin menjadi US$1,2310. Hal ini membantu penguatan indeks dolar AS dalam keranjang mata uang menjadi 90,189.

Kurs dolar juga merangkak 0,4 persen terhadap yen menjadi 106,63, di tengah pemulihan selera investor terhadap risiko.

Reaksi cepat tidak diperlihatkan dalam rapat kebijakan Bank Sentral Jepang (BOJ) terakhir, di mana mereka memilih untuk mempertahankan kampanye stimulus yang masif.


Investor sekarang menanti berita dari hasil konferensi dengan Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda pada sore ini, pukul 15:30.

"Likuiditas global yang telah dikucurkan oleh BOJ dan ECB telah menjadi salah satu faktor penting dalam pasar aset sejak bank sentral AS mulai mengurangi program pelonggaran kuantitatif," ujar analis ANZ.

Harga minyak mentah mulai pulih di beberapa pasar Asia setelah tergelincir dalam semalam. Harga minyak mentah Brent naik US$0,21 menjadi US$63,82 per barel. Sementara, hargga minyak mentah AS naik US$0,13 menjadi US$60,25 per barel.

Sementara, harga emas di pasar spot juga melemah 0,3 persen menjadi US$1.317,86 per ons, melanjutkan pelemahan ke sesi ketiga perdagangan seiring berkurangnya permintaan terhadap aset berisiko rendah (safe havens). (agi/agi)