KAI: Tiket Mudik Lebaran 2018 Baru Terjual 10 Persen

SAH, CNN Indonesia | Senin, 12/03/2018 14:28 WIB
KAI: Tiket Mudik Lebaran 2018 Baru Terjual 10 Persen PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat tiket kereta api untuk momentum mudik Lebaran 2018 yang telah dibuka selama lima hari terakhir baru terjual sekitar 9-10 persen. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat tiket kereta api untuk momentum mudik Lebaran 2018 yang telah dibuka selama lima hari terakhir baru terjual sekitar 9-10 persen.

"Untuk tiket yang terjual baru lima hari sejak penjualan dibuka, yang terjual masih sangat kecil belum ada 10 persen tepatnya ada di angka sembilan sampai 10 persen," kata Corporate Deputy Director and Sales KAI Mukti Jauhari di Gedung Jakarta Railway Center (JRC), Jakarta, Senin (12/3).

KAI menyiapkan kapasitas tempat duduk sebanyak 236.210 kursi per hari untuk arus mudik lebaran tahun ini. Jumlah tersebut naik 3,5 persen dibandingkan periode 2017 yang sebanyak 228.158 kursi per hari.

Terkait tarif, pihaknya mengatakan tidak ada perubahan seperti tahun lalu. Untuk KA komersil angkutan lebaran pada H-9 lebaran pihaknya akan menarik tarif batas atas. Sedangkan untuk KA kewajiban pelayanan publik (Public Service Obligation/PSO) tidak ada pengenaan batas bawah dan batas atas tarif.


"Tarif seperti tahun lalu untuk angkutan hari lebaran H-9 kami menarik batas atas. Sementara itu, tetap di batas atas tidak ada yang melewati ketentuan di batas atas," tegas Mukti.

Ia pun mengimbau kepada pengguna layanan KAI untuk mudik lebaran 2018 agar tidak menggunakan jasa calo dalam pembelian tiket.

Kendati menilai masih akan ada calo tiket KA untuk mudik lebaran nanti, namun ia meyakinkan pihaknya sudah dapat mengantisipasi persoalan tersebut.

"Antisipasi calo, kami sudah tidak punya agen kecil tanpa ada badan usaha. Dulu kami pernah pakai agen kecil namun sekarang kami pakai business to business (B to B) semua. Agen kami berbadan hukum semua," kata dia.

Saat ini, pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi terhadap calo dengan mengoptimalkan sistem mesin tiket (Rail Ticketing System/RTS).

Dari sisi teknis, Ia mengaku telah memperbesar kapasitas nilai konsumsi transfer data (bandwidth) dari 150 Mb menjadi 400 Mb untuk kelancaran akses pemesanan tiket agar tidak terjadi kerusakan (down) server saat terjadi lonjakan pemesanan online. (lav/bir)