IHSG Berpeluang Menghijau Ditopang Penguatan Rupiah
Dinda Audriene Muthmainah | CNN Indonesia
Selasa, 13 Mar 2018 07:50 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatannya pada hari ini, Selasa (13/3), ditopang oleh penguatan nilai tukar rupiah pada perdagangan kemarin.
Tercatat, nilai tukar rupiah menguat tipis 32 poin atau 0,23 persen di level Rp13.765 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan kemarin.
"Secara tren, IHSG mencoba untuk berbalik menguat. Jika terjadi maka tren ini dapat kembali berlanjut," ucap analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada dalam risetnya, dikutip Selasa (13/3).
Selain rupiah, Reza menilai pernyataan pemerintah yang berkomitmen untuk menyelesaikan revisi aturan tax holiday dan tax allowance pada bulan ini turut menambah sentimen positif bagi IHSG.
"Kenaikan yang terjadi diharapkan dapat menghalangi potensi terjadinya pembalikan arah dan tidak dimanfaatkan pelaku pasar untuk profit taking," papar Reza.
Hari ini, ia memprediksi, IHSG bergerak dalam rentang support 6.486-6.490 dan resistance 6.523-6.537.
Sebaliknya, Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya berpendapat, IHSG saat ini masih berusaha keluar dari area konsolidasi. Kendati begitu, ia optimis potensi penguatan tetap ada.
"Momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk melakukan akumulasi pembelian," ungkap William dalam risetnya.
Menurut William, IHSG akan berada dalam rentang support 6.402 dan resistance 6.610. Ia merekomendasikan beberapa saham berkapitalisasi besar (big capitalization/big cap) seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Pada perdagangan kemarin, IHSG berhasil kembali ke level 6.500 pada perdagangan kemarin dengan penguatan 1,04 persen. Hal ini didongkrak oleh aksi beli pelaku pasar asing di pasar reguler sebesar Rp187,4 miliar. (agi)
Tercatat, nilai tukar rupiah menguat tipis 32 poin atau 0,23 persen di level Rp13.765 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan kemarin.
"Secara tren, IHSG mencoba untuk berbalik menguat. Jika terjadi maka tren ini dapat kembali berlanjut," ucap analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada dalam risetnya, dikutip Selasa (13/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Gerak Rupiah Pengaruhi Pelemahan IHSG |
"Kenaikan yang terjadi diharapkan dapat menghalangi potensi terjadinya pembalikan arah dan tidak dimanfaatkan pelaku pasar untuk profit taking," papar Reza.
Sebaliknya, Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya berpendapat, IHSG saat ini masih berusaha keluar dari area konsolidasi. Kendati begitu, ia optimis potensi penguatan tetap ada.
"Momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk melakukan akumulasi pembelian," ungkap William dalam risetnya.
Menurut William, IHSG akan berada dalam rentang support 6.402 dan resistance 6.610. Ia merekomendasikan beberapa saham berkapitalisasi besar (big capitalization/big cap) seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Pada perdagangan kemarin, IHSG berhasil kembali ke level 6.500 pada perdagangan kemarin dengan penguatan 1,04 persen. Hal ini didongkrak oleh aksi beli pelaku pasar asing di pasar reguler sebesar Rp187,4 miliar. (agi)