DJP Ungkap Empat Strategi Berburu Pajak 2018

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Kamis, 15/03/2018 17:29 WIB
DJP Ungkap Empat Strategi Berburu Pajak 2018 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menetapkan empat strategi utama dalam mencapai target pajak 2018 sebesar Rp1.424 triliun. (Dok. Kemenkeu).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menetapkan empat strategi utama dalam mencapai target pajak 2018 sebesar Rp1.424 triliun, naik dari realisasi pajak tahun lalu sebesar Rp1.151 triliun.

Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan memaparkan jumlah penerimaan pajak sejak Januari hingga Februari tahun ini naik 13,48 persen menjadi Rp153,36 triliun.

"Ini sudah lebih baik dibandingkan dengan periode Januari-Februari tahun lalu yang hanya naik 7,33 persen," ungkap Robert, Kamis (15/3).



Ke depan, pihaknya akan menjalankan fokus strategi perburuan pajak. Pertama, penguatan pelayanan, penyuluhan, dan pembinaan wajib pajak (WP). Termasuk pengelolaan Surat Pemberitahuan (SPT), dan peningkatan kemudahan menjalankan bisnis atau ease of doing business (EODB).

"Poin lainnya yaitu kampanye serentak 2018," ujar Robert, Kamis (15/5).

Kedua, DJP akan meningkatkan tata kelola data, pembangunan sistem profil wajib pajak terintegrasi, compliance risk management, dan penguatan infrastruktur untuk data AEoI.

"Fokus ketiga adalah ekstensifikasi, pengawasan, pemeriksaan, penagihan, dan penegakan hukum," kata Robert.

Strategi ketiga terkait dengan peningkatan pengawasan kepatuhan dan penggunaan data yang valid melalui analisis risiko terlebih dahulu. Dengan begitu, data yang dihasilkan lebih akuntabel.

"Kami juga optimalkan program Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) dan DJP serta tindak lanjut pasca tax amnesty," jelas Robert.


Keempat, DJP bakal meningkatkan kapasitas organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM). Robert merinci strategi terakhir ini dengan lima poin, antara lain implementasi standar formasi dan komposisi pegawai, implementasi rencana strategis, meningkatkan kepatuhan pegawai, mengembangkan kompetensi pegawai, dan menata desain kelembagaan.

"Secara keseluruhan pelayanan data kami perbaiki, karena menjadi hal yang kritis di tahun 2018," tutup Robert. (lav/bir)