Ada Trik agar Terhindar 'Macet' saat Lapor SPT Online

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Minggu, 18/03/2018 15:17 WIB
Ada Trik agar Terhindar 'Macet' saat Lapor SPT Online Tenggat waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Tahun 2017 untuk wajib pajak pribadi segera berakhir pada 31 Maret 2018. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Tenggat waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Tahun 2017 untuk wajib pajak pribadi segera berakhir pada 31 Maret 2018 nanti. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan punya beberapa tips dan saran bagi masyarakat yang belum menyampaikan SPT.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas (P2 Humas) DJP Hestu Yoga Saksama menuturkan tren pelaporan SPT akan meningkat tajam di pekan terakhir jelang batas waktu. Dengan tren tersebut, Yoga menyarankan wajib pajak agar tak menunda pelaporan SPT.


Saran Yoga tersebut ditekankan untuk wajib pajak yang hendak menyampaikan SPT secara daring. Hal itu disebabkan kapasitas jaringan DJP akan kewalahan ketika wajib pajak berbondong-bondong mengakses situs secara bersamaan.


"Seperti jalan tol saja. Meskipun kapasitas server sudah kami tambah, jaringan kami perlebar, kalau akhir pekan pasti sibuk, apalagi ketika mudik lebaran ketika jutaan orang masuk secara bersamaan," ujar Yoga.

Dari pengamatan DJP, ada waktu-waktu tertentu bagi wajib pajak agar terhindar dari gangguan ketika melaporkan SPT secara daring, seperti di malam hari ketika akvtivitas sebagian besar masyarakat berkurang.

Kalaupun ingin membuat SPT di siang hari, Yoga mengusulkan agar wajib pajak melakukannya pada pukul 12.00 - 14.00. Sebab pada pukul 09.00 - 12.00 dan 14.00 - 17.00, jumlah wajib pajak yang mengunjungi situs kantor pajak cukup sibuk.


"Sehabis kerja bikin dari rumah atau ketika lembur di kantor di malam hari itu yang paling nyaman. Berikutnya, jangan tunggu sampai hari-hari terakhir," Yoga menganjurkan.

DJP menargetkan SPT PPh 2017 berkisar 14 juta atau 80 persen dari total wajib pajak yang sebesar 18 juta di seluruh Indonesia. Jumlah SPT yang mereka terima sejauh ini baru 6,1 juta saja. Menurut Yoga, dua pekan ke depan jumlah tersebut akan naik tajam seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

"Ini karakternya orang Indonesia memang begitu, padahal kami selalu menganjurkan jangan tunggu, kalau bisa Februari mulai, awal Maret mulai," ucapnya. (lav/lav)