Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas (P2 Humas) DJP Hestu Yoga Saksama menuturkan tren pelaporan SPT akan meningkat tajam di pekan terakhir jelang batas waktu. Dengan tren tersebut, Yoga menyarankan wajib pajak agar tak menunda pelaporan SPT.
Saran Yoga tersebut ditekankan untuk wajib pajak yang hendak menyampaikan SPT secara daring. Hal itu disebabkan kapasitas jaringan DJP akan kewalahan ketika wajib pajak berbondong-bondong mengakses situs secara bersamaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pengamatan DJP, ada waktu-waktu tertentu bagi wajib pajak agar terhindar dari gangguan ketika melaporkan SPT secara daring, seperti di malam hari ketika akvtivitas sebagian besar masyarakat berkurang.
Lihat juga:SPT Pajak Tembus Enam Juta Laporan |
"Sehabis kerja bikin dari rumah atau ketika lembur di kantor di malam hari itu yang paling nyaman. Berikutnya, jangan tunggu sampai hari-hari terakhir," Yoga menganjurkan.
DJP menargetkan SPT PPh 2017 berkisar 14 juta atau 80 persen dari total wajib pajak yang sebesar 18 juta di seluruh Indonesia. Jumlah SPT yang mereka terima sejauh ini baru 6,1 juta saja. Menurut Yoga, dua pekan ke depan jumlah tersebut akan naik tajam seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya.
"Ini karakternya orang Indonesia memang begitu, padahal kami selalu menganjurkan jangan tunggu, kalau bisa Februari mulai, awal Maret mulai," ucapnya. (lav)