FOTO: Pajak UKM Menurun, Peluang Lapangan Kerja Makin Lebar

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 21/03/2018 14:43 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menurunkan pajak penghasilan bagi UKM dari semula 1 persen menjadi 0,5 persen. Penurunan tarif pajak dinilai mampu mendongkrak produktivitas UKM.

Salah satu kendala UKM saat ini adalah penyerapan tenaga kerja. Dengan aturan penurunan pajak ini, pengusaha UKM akan berpeluang menciptakan lapangan kerja. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Dengan revisi pajak final UKM, pengusaha kecil berharap mendapatkan keuntungan dari laba bersih. UKM Industri kreatif menjadi pilihan usaha anak-anak muda, seperti industri kerajinan tangan siluet lukisan wajah yang unik dengan bahan baku efisien. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Pemerintah akan merevisi aturan pajak penghasilan (PPh) final bagi UKM dari semula 1 persen menjadi 0,5 persen. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai revisi aturan dapat mendorong penyerapan tenaga kerja. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Revisi aturan pajak UKM diharapkan mendorong ekonomi Indonesia agar dapat bersaing dengan negara lain, terutama di industri kreatif. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Pengusaha kecil dan menengah harus membayar pajak berdasarkan omzet. Batasan omzet yang masuk sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) tetap sebesar R 4,8 miliar per tahun. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Pengrajin tas masih menggunakan alat konvesional dalam produksinya. Keuntungan dapat meningkat jika pajak yang dikenakan UKM, termasuk pengrajin menurun. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) final UKM bakal terbit pada akhir Maret ini. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
UKM pengrajin tas memiliki omzet puluhan juta per bulan. Omzet diperoleh dari pemesanan partai besar dengan jumlah minimal 1.000 unit. Ketentuan pajak yang akan diubah antara lain terkait tarif, batas pengenaan pajak (threshold), hingga mekanisme pemungutan pajak UKM. (CNN Indonesia/Andry Novelino).