IHSG Berpeluang Menghijau, Jika Arus Modal Asing Kembali

Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Selasa, 27/03/2018 07:40 WIB
IHSG Berpeluang Menghijau, Jika Arus Modal Asing Kembali IHSG berpotensi menguat pada hari ini, Selasa (27/3), karena pelaku pasar asing diprediksi kembali masuk ke pasar modal jelang akhir Maret. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada hari ini, Selasa (27/3), karena pelaku pasar asing diprediksi kembali masuk ke pasar modal jelang akhir Maret.

Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menuturkan peluang masuknya aliran dana asing (capital inflow) ditopang oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Menurut dia, ekonomi dalam negeri terbilang stabil sejauh ini.

"Peluang kenaikan dari IHSG pada pekan terakhir Maret masih terbuka lebar," ujarnya, melalui risetnya.



Pada hari ini, ia memproyeksi IHSG berada dalam rentang support 6.081 dan resistance 6.288. Ia optimistis IHSG bakal bergerak positif untuk jangka panjang.

"Pola gerak IHSG dalam rentang jangka panjang masih menunjukkan pola uptrend," terang William.

Sementara itu, Analis KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko menilai pelemahan IHSG sejak pekan lalu hingga kemarin merupakan momen yang tepat bagi pelaku pasar untuk melakukan akumulasi beli pada pekan ini.

"Kami melihat proses koreksi dalam tren turun minor dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi pada saham berkapitalisasi besar," ungkapnya.

Kemudian, pelaku pasar juga bisa menyasar saham lapis kedua atau second liner sebagai alternatif transaksi beli. Namun, ia menyarankan agar pelaku pasar melakukan trading jangka pendek agar tidak merugi banyak jika kembali terjadi penurunan.


"Jadi, dengan memperhitungkan cut loss point agar tidak terseret arus bawah," imbuh Yuganur.

Beberapa saham yang bisa dikoleksi pelaku pasa hari ini antara lain, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM).

Adapun, IHSG kembali melemah pada penutupan perdagangan kemarin sebesar 0,16 persen ke level 6.200. Padahal, nilai tukar rupiah menguat ke level Rp13.738 per dolar Amerika Serikat (AS). (bir)