Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Christine Natasya mengungkapkan ketertarikan aksi beli pelaku pasar juga dipengaruhi oleh momentum jelang akhir libur panjang akhir pekan. Pada momen seperti ini, pelaku pasar umumnya jarang menengok pasar modal.
"Perdagangan menjadi sepi, jadi sentimennya jelek. Mungkin merah lagi untuk IHSG," ucap Christine kepada CNNIndonesia.com, Kamis (29/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Rupiah Melemah, IHSG Anjlok ke Level 6.140 |
Terlebih, pelaku pasar asing masih saja keluar dari pasar modal Indonesia hingga perdagangan kemarin. Tercatat, jual bersih (net sell) pelaku pasar asing di pasar reguler sebesar Rp562,4 miliar.
"Kemudian nilai tukar rupiah juga masih menjadi isu utama pelaku pasar," terang Christine.
"Fundamental sebenarnya tidak apa-apa, tapi karena rupiah saja," imbuh Christine.
Namun begitu, ia meyakini koreksi yang terjadi pada IHSG pada hari ini bersifat terbatas karena penurunan IHSG yang sudah terlalu dalam. Kemarin saja, IHSG anjlok 1,1 persen ke level 6.140.
"Untuk support (hari ini) di level 6.080 dan resistance 6.210," jelas Christine.
Senada, analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menilai aksi jual pelaku pasar yang semakin meningkat akan berdampak negatif bagi laju IHSG.
Lihat juga:Rilis Data Ekonomi jadi Pemanis Laju IHSG |
"Meski diharapkan pelemahan dapat lebih terbatas namun, diperkirakan pelemahan masih dapat terjadi," kata Reza dalam risetnya.
Pelemahan IHSG juga dipengaruhi oleh pergerakan bursa saham Asia yang terkoreksi kemarin. Menurutnya, IHSG akan berada dalam rentang support 6.095-6.118 dan resistance 6.168-6.178. (lav)