Data Inflasi jadi Penggerak IHSG Awal Pekan Ini

Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Senin, 02/04/2018 07:44 WIB
Data Inflasi jadi Penggerak IHSG Awal Pekan Ini Data inflasi Maret 2018 diprediksi masih stabil di bawah empat persen yang akan membawa dampak positif bagi pergerakan IHSG awal pekan ini. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Data inflasi Maret 2018 yang diprediksi masih stabil di bawah empat persen akan membawa dampak positif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan ini, Senin (2/4).

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan pendorong IHSG lainnya, yakni data indeks keyakinan konsumen (IKK) Februari 2018.

"Data inflasi diproyeksikan lebih positif, sehingga diharapkan hasil data indeks keyakinan konsumen melampaui ekspektasi para pelaku pasar," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (2/4).



Sementara, beberapa data eksternal yang akan memengaruhi IHSG pekan ini, antara lain penetapan tingkat suku bunga Australia, data manufaktur Amerika Serikat (AS), China, dan Inggris, serta persediaan minyak mentah AS.

"IHSG untuk satu pekan memiliki support di level 6.055 dan resistance di level 6.335," jelas Nafan.

Analis KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko menilai pelaku pasar bisa melakukan akumulasi beli pada saham berkapitalisasi besar (big capitalization/big cap) dan saham lapis kedua (second liner).

"Ini untuk skenario dijual pada saat teknikal rebound nantinya," papar Yuganur.


Sebagian saham yang dimaksud, di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

IHSG sepanjang pekan lalu tercatat turun tipis 0,35 persen ke level 6.188 dibandingkan pekan sebelumnya di level 6.210.

Berbanding terbalik, mayoritas indeks di bursa saham Wall Street berakhir positif pada perdagangan Kamis (29/3) lalu. Bila dirinci, Dow Jones naik 1,07 persen, S&P500 naik 1,38 persen, dan Nasdaq Composite naik 1,64 persen. (bir)