Aksi Ambil Untung Diramal Bikin IHSG Terkoreksi

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Jumat, 13/04/2018 07:57 WIB
Aksi Ambil Untung Diramal Bikin IHSG Terkoreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan bergerak melemah hari ini, Kamis (13/4). (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan bergerak melemah hari ini, Kamis (13/4), karena pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking).

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan hal itu dilakukan pelaku pasar untuk memanfaatkan kenaikan IHSG sebelumnya. Seperti diketahui, IHSG saat ini sudah kembali ke level sekitar 6 300.

"Diharapkan pelemahan dapat lebih terbatas untuk menahan pelemahan lebih lanjut," kata Reza dalam risetnya.


Sentimen negatif lainnya datang dari survei Bank Indonesia (BI) yang menyebut dunia usaha sektor infrastruktur pada kuartal I 2018 turun 0,52, padahal pada kuartal IV 2017 masih tercatat tumbuh 0,03.

"Konstruksi yang menurun ini berbanding terbalik dengan pemerintah yang gencar melakukan pembangunan infrastruktur," ucap Reza.

Ia meminta pelaku pasar terus waspada terhadap sentimen negatif lainnya yang berpotensi membuat IHSG melemah. Hari ini, Reza memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 6.285-6.296 dan resistance 6.325-6.356.


Senada, analis Artha Sekuritas Frederik Rasali menilai IHSG masih akan terkoreksi jelang akhir pekan. Hal tersebut tak lepas dari sentimen eksternal, berupa perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China.

"Ada kekhawatiran investor terkait sentimen global terkait perang dagang dan di Syria," papar Frederik melalui risetnya.

Dengan demikian, ia menyebut IHSG hari ini akan bergerak ke level support 6.258 dan resistance 6.384. Menurut Frederik, pelemahan akan terus terjadi hingga ada kepastian terkait permasalahan perang dagang tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, IHSG terkoreksi tipis 0,78 persen ke level 6.310. Sementara, pelaku pasar asing tercatat jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp544,5 miliar.



(lav/lav)