Tarif LRT Palembang Bakal Ditetapkan di Kisaran Rp5.000

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Sabtu, 21/04/2018 21:20 WIB
Tarif LRT Palembang Bakal Ditetapkan di Kisaran Rp5.000 Ilustrasi pembangunan infrastruktur LRT Palembang. (ANTARA Foto/Feny Selly)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan menyatakan pemerintah berencana menetapkan tarif light rail transit (LRT) di Palembang, Sumatra Selatan, di kisaran Rp5.000.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri, mengatakan tarif ini dinilai sesuai dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat.

"Kalau kami melakukan pergerakan itu ada dua, pertama adalah waktu, kedua adalah biaya. Masyarakat bisa memilih mana waktu yang paling singkat, mana yang paling murah," kata Zulfikri dikutip Antara, Jumat (20/4).


Tarif Rp5.000 akan diperuntukkan bagi LRT dalam kota (commuter). Sementara rute sampai Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II berkisar Rp20 ribu.
Tarif akan berlaku sementara lantaran pada pengoperasian awal LRT masih mendapat bantuan subsidi public service obligation (PSO) dari Kementerian Perhubungan.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan tarif murah diberikan agar masyarakat bisa menggunakan moda transportasi itu dari hari-ke hari, tak hanya pada saat tertentu saja.

"Kami pemerintah pusat dan daerah ingin sekali LRT menjadi 'lifestyle' baru bagi masyarakat Palembang, dan menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam hal angkutan massal," ucap dia.

Palembang diketahui bakal menjadi kota pertama di Indonesia yang memiliki LRT sebagai alat transportasinya.
Saat ini rangkaian yang terdiri dari tiga kereta dan sudah tiba di Pelabuhan Boom Baru akan terus diuji, baik statis, dinamis hingga uji beban. Diharapkan pengujian dapat selesai pada Juli mendatang.

Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin mengatakan LRT diharapkan bukan sekadar menjadi penunjang transportasi untuk mengangkut atlet dan rombongan dari Bandara ke Jakabaring.

Melainkan moda transportasi itu dapat juga menjadi solusi kemacetan. "LRT juga solusi kemacetan karena berdasarkan studi kami, Palembang akan macet total pada 2020. Oleh karena itu dilaksanakan sekarang transportasi massal," kata Alex.

(aal/aal)