Erupsi Gunung Agung Mereda, Kegiatan Usaha Bali Mulai Pulih

Agustiyanti, CNN Indonesia | Senin, 23/04/2018 14:36 WIB
Erupsi Gunung Agung Mereda, Kegiatan Usaha Bali Mulai Pulih BI menyebut, sektor perdagangan, hotel dan restoran mulai pulih usai meredanya aktivitas vulkanik Gunung Agung. (Anadolu Agency/Mahendra Moonstar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia menyebutkan sejumlah sektor usaha di Bali mulai tumbuh positif pada kuartal pertama 2018. Hal ini seiring mulai pulihnya kondisi ekonomi usai meredanya aktivitas vulkanik Gunung Agung.

"Ini searah dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Bali triwulan pertama ini yang diperkirakan mengalami akselerasi dibandingkan kuartal IV tahun 2017," kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Azka Subhan di Denpasar, seperti dikutip dari Antara, Senin (23/4).

Berdasarkan hasil survei kinerja dunia usaha yang dilakukan BI, sektor yang tumbuh pulih yakni pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan kemudian industri pengolahan, bangunan, perdagangan, hotel dan restoran. Selain itu, sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan juga mulai pulih.



Azka menjelaskan, sektor bangunan membaik dari sebelumnya minus 4,91 persen menjadi tumbuh 2,45 persen. Pertumbuhan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan naik dari 3,40 persen menjadi 5,37 persen.

Ia mengaku masih ada beberapa sektor yang mengalami penurunan. Namun, penurunnya jauh lebih baik dibanding tahun lalu. Misalnya sektor perdagangan, hotel dan restoran yang semula minus 8,75 persen membaik menjadi minus 0,79 persen. Sektor pengangkutan dan komunikasi yang mengalami minus 5,74 persen, membaik menjadi minus 0,59 persen.


Pulihnya kinerja dunia usaha juga terindikasi dari membaiknya kondisi likuiditas dan kemampuan perusahaan mencetak laba. Menurut Azka, selama tiga bulan terakhir, kemampuan perusahaan mencetak laba hampir 10 poin menjadi 48,44 persen.

Di sisi lain, bank sentral juga mencatat sektor lain seperti listrik, air bersih dan gas mengalami penurunan pada triwulan pertama ini. Sedangkan sektor pertambangan dan penggalian stabil pada level minus 0,83 persen. (Antara/agi)