Dalam video yang diunggah lewat akun Facebook-nya, Sri Mulyani menyebut perubahan kebijakan ekonomi global membuat pemerintah perlu menyesuaikan diri agar momentum pertumbuhan ekonomi yang positif dapat terus dilanjutkan.
"Kami ingin paham perubahan arah dan gerak kebijakan ekonomi, sehingga bisa antisipasi bersama Bank Indonesia untuk melihat dampaknya terhadap Indonesia," ujarnya, Selasa (24/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia dipatok sebesar 5,4 persen atau jauh lebih tinggi ketimbang pencapaian tahun sebelumnya, yaitu 5,07 persen.
Makanya, Sri Mulyani berharap AS selaku negara dengan pengaruh ekonomi dunia terbesar, dapat menjaga keterbukaan dalam perdagangan.
Pemerintah Indonesia, ia mengungkapkan terus menjaga momentum pertumbuhan dari nilai tukar rupiah dan inflasi, termasuk memperkuat indikator investasi dan ekspor.
Sementara itu, Gubernur BI Agus Martowardojo menyambut baik sejumlah saran dari IMF yang merekomendasikan agar Indonesia terus menjaga momentum pertumbuhan ekonominya.
IMF merekomendasikan agar Indonesia memperhatikan resiliensi, mengutamakan prioritas kebijakan jangka menengah dan panjang, serta melakukan reformasi sektor riil, fiskal, dan upaya pendalaman pasar keuangan.
Tak ketinggalan kebijakan makroprudensial untuk memantau risiko dan eksposur aset sektor keuangan. Lalu, peningkatan kerja sama multilateral menjadi sangat relevan saat ini, mengingat ancaman proteksionisme sistem perdagangan dunia. (bir)