"Kemajuan negara itu mula-mula dengan sistem meniru. Amerika Serikat tiru Eropa, Jepang tiru Amerika dengan segala macam teknologinya, Korea meniru Jepang. Kemudian, sekarang China meniru apa saja di dunia ini," ujar JK saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Kekayaan Intelektual sedunia ke-18 di istana wakil presiden, Jakarta, Kamis (26/4).
Banyaknya produk negara lain yang ditiru China membuat negara tirai bambu itu tak 'mengenal' istilah copyright atau hak cipta. Ia berseloroh bahwa di China yang berlaku adalah right to copy atau hak untuk meniru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK menilai, China tak akan maju jika terus meniru produk negara lain. Namun, ia tak menampik bahwa kemajuan teknologi saat ini memang memudahkan siapa pun untuk meniru. "Tapi teknologi dengan mudah memang membuat orang mudah meniru," imbuh JK.
"Walau Eropa, Jepang, China maju, tapi negara paling maju tetap Amerika karena modalnya adalah inovasi," tuturnya.
Ia mengingatkan pentingnya inovasi dan kreativitas untuk memajukan suatu negara. JK mengatakan modal yang paling utama adalah kemampuan berpikir dan kemajuan teknologi.
"Kita semua tahu kemajuan suatu bangsa negara tidak lepas dari inovasi dan kerja keras masyarakat, ilmuwan, pengusaha. Itulah bagaimana kita majukan suatu bangsa dengan inovasi dan kreativitas," terang dia. (agi/bir)