Menko Darmin Sebut BI Harus Maju Duluan saat Rupiah Melemah
Agustiyanti | CNN Indonesia
Jumat, 04 Mei 2018 18:47 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut Bank Indonesia (BI) harus lebih dulu berinisiatif menangani depresiasi atau pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
"Kalau kurs, apalagi kalau penyebabnya dari luar, yang harus maju lebih dulu itu Bank Indonesia, bukan pemerintah," kata Darmin ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (4/5).
Mantan gubernur BI tersebut mengatakan bahwa bank sentral sudah menyuarakan mengenai keperluan menaikkan tingkat bunga. Keputusan tersebut tinggal menunggu rapat bulanan BI.
"BI tidak bisa lakukan sekarang itu. BI tunggu rapat dewan gubernur, jadi tinggal tunggu waktu saja. Biarin saja dulu," kata Darmin.
Darmin menekankan penguatan dolar AS terjadi tidak hanya kepada rupiah, tetapi juga mata uang negara-negara lain. Tren pelemahannya juga lebih kurang sama dalam sebulan terakhir.
"Salah satu penyakit market itu apa yang disebut taper tantrum'. Kalau lagi (seperti) ini semua kemudian berpersepsi macam-macam mengambil langkah, tetapi setelah kejadian, ternyata tidak seserius itu kok," kata dia. (agi/antara)
"Kalau kurs, apalagi kalau penyebabnya dari luar, yang harus maju lebih dulu itu Bank Indonesia, bukan pemerintah," kata Darmin ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (4/5).
Mantan gubernur BI tersebut mengatakan bahwa bank sentral sudah menyuarakan mengenai keperluan menaikkan tingkat bunga. Keputusan tersebut tinggal menunggu rapat bulanan BI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darmin menekankan penguatan dolar AS terjadi tidak hanya kepada rupiah, tetapi juga mata uang negara-negara lain. Tren pelemahannya juga lebih kurang sama dalam sebulan terakhir.
"Salah satu penyakit market itu apa yang disebut taper tantrum'. Kalau lagi (seperti) ini semua kemudian berpersepsi macam-macam mengambil langkah, tetapi setelah kejadian, ternyata tidak seserius itu kok," kata dia. (agi/antara)