Bom Surabaya, BEI Nilai Pasar Tak Bakal Terpengaruh

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Minggu, 13/05/2018 18:38 WIB
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan peristiwa bom Surabaya tak akan berpengaruh pada kondisi pasar. Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan peristiwa bom Surabaya tak akan berpengaruh pada kondisi pasar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan peristiwa bom Surabaya tak akan berpengaruh pada kondisi pasar.

Selain BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga menyatakan keprihatiannya terhadap peristiwa teror tersebut.

"Kami sangat prihatin atas kejadian ini," kata Direktur BEI Tito Sulistio melalui rilis resmi yang diterima CNNIndonesia.com pada Minggu (13/5).


Dia juga mengimbau pada seluruh pelaku pasar untuk tetap tenang dan beraktivitas secara normal. Tito menyatakan teror bom di Surabaya tidak akan berpengaruh besar terhadap aktivitas pasar modal.


Menurutnya, secara fundamental perusahaan tercatat yang tergabung dalam LQ45 menunjukkan kinerja yang solid. Pada kuartal 1 2018, rata-rata pendapatan meningkat sebesar 15,96 persen dan laba bersih meningkat 11,68 persen dibanding dengan kuartal I/2017.

Kondisi pasar juga cukup stabil dengan likuiditas transaksi yang tinggi dengan rata-rata transaksi harian mencapai Rp8,87 triliun atau ada peningkatan sebesar 16,7 persen dibandingkan dengan 2017.

Optimisme itu juga merujuk pada pengalaman teror bom Thamrin pada 14 Januari 2016. Dia menuturkan peristiwa ini tak berpengaruh besar terhadap kegiatan pasar modal.


Oleh karena itu, Tito menghimbau agar investor dan seluruh pelaku pasar modal tidak bereaksi berlebihan dan tetap optimis terhadap stabilitas keamanan nasional.

Sementara itu, sebagai wujud keprihatinan teror bom Surabaya, pihak BEI meminta kepada seluruh Organisasi Regulator Mandiri atau Self Regulatory Organization (SRO) dan anak perusahaan untuk mengenakan pakaian putih dan pita hitam di lengan kanan. Imbauan ini berlaku sejak Senin (14/5) hingga Rabu (16/5).

"(Kami) juga menghimbau Perusahaan Tercatat dan Anggota Bursa untuk melakukan hal yang sama yaitu mengenakan pakaian putih dengan pita hitam sebagai bentuk ketegaran," ujar Oskar Herliansyah, Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan BEI. (asa)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK