Analis Danpack Sekuritas Harry Wijaya berpendapat penurunan IHSG siang ini dipengaruhi lanjutan aksi teroris yang menyerang di Mapolda Riau pagi ini. Aksi itu menambah kekhawatiran pelaku pasar dalam menanamkan modal di pasar modal.
"Kalau dalam waktu lama masalah ini tidak diselesaikan mungkin bisa buat pelaku pasar asing kurang nyaman atau keluar," ucap Harry kepada CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ditambah sudah ada lima negara yang memberikan travel warning ke Indonesia," imbuh Harry.
Di sisi lain, Analis KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko menilai dampak aksi terorisme sejauh ini terbilang masih netral karena penurunan IHSG lebih disebabkan data makro ekonomi berupa neraca perdagangan yang kembali defisit sebesar US$1,63 miliar.
"Gara-gara ekspor April 2018 turun menjadi US$14,47 miliar, jumlah impor naik menjadi US$16,09 triliun," jelas Yuganur.
Tak hanya itu, pelemahan nilai tukar rupiah ikut menambah sentimen negatif bagi IHSG. Terpantau, nilai tukar rupiah ditutup turun 71 poin atau 0,51 persen di Rp14.108 per dolar AS.
"Jadi efek teroris sudah tidak pengaruh banyak dan dolar menguat," tutup Yuganur. (agi/bir)