Terus Melemah, Rupiah Terperosok ke Rp14.108 per Dolar AS

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Rabu, 16/05/2018 13:00 WIB
Nilai tukar rupiah terus melemah ke posisi Rp14.108 per dolar AS pada pertengahan perdagangan di pasar spot hari ini dari posisi kemarin Rp14.037 per dolar AS. Nilai tukar rupiah terus melemah ke posisi Rp14.108 per dolar AS pada pertengahan perdagangan di pasar spot hari ini dari posisi kemarin Rp14.037 per dolar AS. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah terperosok ke posisi Rp14.108 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pertengahan perdagangan di pasar spot hari ini, Rabu (16/5), usai dibuka melemah 0,24 persen di angka Rp14.070 per dolar AS pagi tadi.

Posisi ini melemah 0,51 persen atau 71 poin dari posisi rupiah pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (15/5) di angka Rp14.037 per dolar AS.

Berdasarkan kurs referensi Bank Indonesia (BI) atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di posisi Rp14.094 per dolar AS atau melemah 0,52 persen atau 74 poin dari kurs referensi kemarin di angka Rp14.020 per dolar AS.



Pelemahan rupiah ini merupakan yang terdalam di antara mata uang negara di kawasan Asia pada pertengahan perdagangan hari ini. Diikuti won Korea Selatan minus 0,38 persen dan ringgit Malaysia minus 0,2 persen.

Kendati begitu, beberapa mata uang Asia justru dapat menguat dari dolar AS, yaitu renminbi China yang naik 0,14 persen, yen Jepang 0,05 persen, peso Filipina 0,2 persen, dolar Singapura 0,13 persen, baht Thailand 0,1 persen, dan rupee India 0,34 persen.

Sementara untuk mata uang negara maju di dunia, mayoritas terpantau melemah. Misalnya dolar Australia minus 0,02 persen, euro Eropa 0,07 persen, dan pound sterling Inggris 0,04 persen.


Namun, dolar Kanada dan franc Swiss berhasil menguat dari dolar AS pada pertengahan perdagangan, masing-masing naik 0,13 persen dan 0,11 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim menilai, satu-satunya celah untuk mengangkat rupiah pada pekan ini, yaitu pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), di mana pasar berekspektasi bahwa bank sentral nasional akan mengerek tingkat suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI 7DRRR) pada esok hari. (agi/agi)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK