Asabri Beri Santunan Polisi Meninggal Korban Teroris Rp3 M

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Kamis, 17/05/2018 07:19 WIB
Asabri Beri Santunan Polisi Meninggal Korban Teroris Rp3 M Keluarga dari enam polisi yang meninggal dalam serangan teroris di Mako Brimob dan satu polisi dalam serangan di Mapolda Riau mendapatkan santunan dari Asabri sebesar Rp3 miliar. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri mengklaim telah menyantuni keluarga dari tujuh polisi yang meninggal akibat serangan teroris di Rutan Mako Brimob dan Mapolda Riau sebesar Rp3,01 miliar.

Direktur Keuangan Asabri Heri Setianto mengatakan santunan tersebut diberikan kepada keluarga dari enam polisi yang gugur saat penyerangan di Rutan Mako Brimob dan satu polisi di Mapolda Riau.

"Yang gugur dalam tugas meninggal itu santunannya Rp400 juta, kemudian beasiswa untuk anak sebesar Rp30 juta. Jadi total per korban meninggal Rp430 juta," ucap Heri kepada CNNIndonesia, Rabu (16/5).



Penyerangan teroris di Rutan Mako Brimob terjadi pada Selasa (8/5) hingga Kamis (10/5). Sementara itu, pada hari ini terjadi penyerangan oleh kelompok yang diduga kelompok teror di Mapolda Riau.

"Kemudian ada tabungan asuransi juga, tapi itu tergantung dari berapa lama dia bekerja. Ini dikasihnya belakangan karena harus dihitung dulu," sambung Heri.

Menurutnya, ASABRI memberikan kemudahan pemberian santunan kepada korban yang meninggal akibat serangan terori. Padahal, bila mengacu pada aturan yang berlaku perlu ada surat keputusan Kapolri terlebih dahulu untuk memberikan santunan.


"Tapi ini kan sudah ada di berita-berita, jadi pasti benar. Ini sudah diberikan semua," jelas Heri.

Selain itu, Asabri terus memantau kondisi polisi yang mengalami korban luka-luka atas bom di Surabaya. Dalam pemberitaan sebelumnya, empat polisi luka akibat bom di Polrestabes Surabaya dan dua polisi juga menjadi korban luka karena bom di tiga gereja.

"Yang di Surabaya hanya luka-luka, ada beberapa anggota dalam perawatan. Untuk biaya perawatan berbeda-beda tergantung kondisinya tapi kami tanggung sampai sembuh," pungkas Heri. (agi/agi)