Hari Pertama Ramadan, Harga Pangan Terpantau Stabil

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Kamis, 17/05/2018 19:00 WIB
Hari Pertama Ramadan, Harga Pangan Terpantau Stabil Sejumlah harga bahan pangan, mulai dari beras, telur ayam, gula pasir, dan minyak goreng terpantau stabil pada hari pertama Ramadan yang jatuh pada hari ini. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah harga bahan pangan, mulai dari beras, telur ayam, gula pasir, minyak goreng, dan bawang putih terpantau stabil pada hari pertama Ramadan yang jatuh pada hari ini, Kamis (17/5).

Nurbaya (47 tahun), salah seorang pedagang bahan pangan di Pasar Pondok Labu di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan mengatakan tak seperti tahun-tahun sebelumnya, mayoritas harga pangan tidak mengalami kenaikan sejak beberapa hari jelang Ramadan.

Harga beras terpantau berada di kisaran Rp10-12 ribu per liter, telur ayam Rp28 ribu per kilogram (kg), gula pasir Rp12.500 per kg, dan minyak goreng Rp13 ribu per kg.


"Rata-rata masih stabil, belum ada kenaikan," ujar Nurbaya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (17/5).


Pasokan pangan juga disebut tak mengalami perubahan signifikan. Ia menyebut tak ada ada pengurangan pasokan dari distributor utama ke para pedagang eceran.

"Biasanya memang sebulan sebelum Ramadan, saya sudah stok agak banyak, jadi pasokan ada, harga masih relatif stabil. Yang beli juga tidak signifikan meningkat meski mau puasa," katanya.

Sementara itu, Eko Rahman (38), penjual daging di Pasar Pondok Labu mengatakan, ada sedikit kenaikan harga pada daging sapi dalam beberapa hari jelang Ramadan. Namun, harganya relatif masih lebih rendah dibandingkan harga jual pada awal tahun.

"Minggu lalu masih Rp110 ribu per kg, sekarang jual Rp115 ribu per kg. Tapi ini masih lumayan (rendah), beberapa bulan yang lalu kan Rp120 ribu per kg," ucapnya.


Menurutnya, kenaikan harga daging sapi ini terjadi karena faktor musiman jelang Ramadan. Namun, dari sisi pasokan sebenarnya tidak menurun secara signifikan.

Hanya saja, untuk menjual daging sapi, ia mengaku memang pasokannya tidak bisa diamankan sejak jauh-jauh hari, sehingga perkembangan harganya mengikuti perubahan harga pasar.

"Saya tidak stok banyak memang untuk daging, jadi harganya mungkin naik karena itu, tapi ini tidak mahal hitungannya," katanya.

Sedangkan, Ayuningsih (28), penjual ayam potong di pasar yang sama mengaku belum ada kenaikan harga untuk ayam potong. "Masih Rp30 ribu per kg, tidak naik," pungkasnya. (agi/bir)