Krisis Moneter 1998

FOTO: Kekalutan di Puncak Krisis Moneter 1998

Reuters & AFP, CNN Indonesia | Jumat, 18/05/2018 10:50 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Kejatuhan Soeharto dari kursi Presiden RI diawali inflasi yang mencapai 60 persen, kelangkaan bahan makanan, dan kegelisahan di seluruh lapisan masyarakat.

Ibu-ibu rumah tangga berbaris di sebuah toko di Jakarta pada 11 Februari, mengantre minyak goreng murah. Kemerosotan nilai tukar rupiah pada dolar AS membuat harga-harga sembako meroket tajam dan memicu kepanikan di masyarakat selama berbulan-bulan. (Reuters/INDONESIA OIL - RP1DRIFPPZAI)
Ribuan masyarakat Indonesia dengan membawa-bawa uang tunai berusaha membeli minyak goreng yang disediakan Bulog pada Januari 1998. Krisis moneter yang bermula di Thailand pada 1996 kemudian merambat ke Indonesia dan menyebabkan harga bahan-bahan makanan meroket tajam. (INDONESIA - RP1DRIGEUJAC)
Pengusaha Indonesia membeli dolar AS dari pejalan kaki di jalanan Jakarta pada Juni 1998. Krisis ekonomi mengakibatkan nilai tukar rupiah pada masa itu sempat menyentuh angka Rp16 ribu, sehingga membeli dolar di jalanan lebih murah ketimbang di tempat penukaran uang resmi. (Reuters/RP1DRIGCOCAA)
Susiana adalah salah satu korban krisis moneter 1998. Ia dipecat dari sebuah bank pada awal tahun dan kemudian terpaksa berjualan kelontong menggunakan bagasi mobilnya. Krisis moneter saat itu adalah yang terparah sejak 1966 silam dengan inflasi mencapai 60 persen. (EN/TAN/JDP - RP1DRIFUASAC)
Seorang pelanggan berjalan melewati rak-rak kosong yang biasanya terisi dengan produk olahan susu di sebuah supermarket di Jakarta. Inflasi yang mencapai 60 persen pada 1998 membuat toko-toko di Jakarta kehabisan bahan makanan. (AFP PHOTO Kemal JUFRI)
Massa yang mengamuk melampiaskan kemarahan mereka pada potret orang terkaya di Indonesia saat itu, Lim Sioe Liong. Krisis moneter 1998 bukan hanya memicu kepanikan, tapi juga kerusuhan yang berujung pada penjarahan toko-toko dan juga kekerasan pada etnis Tionghoa. (PBEAHUMCCFC)
Kelompok etnis Tionghoa di Indonesia berjalan melewati rumah-rumah yang dihancurkan massa. Krisis ekonomi 1998 bukan hanya memicu terjadinya pergantian kepemimpinan, tapi juga kerusuhan dan kekerasan pada etnis Tionghoa di berbagai tempat di Indonesia. (PDN/KM - RP1DRIESGZAB)
Di Bandara Soekarno-Hatta, dua remaja etnis Tionghoa menunggu pesawat yang bisa membawa mereka keluar dari Indonesia. Pada 1998, bandara memang dipenuhi masyarakat Indonesia yang berusaha ke luar negeri untuk mencari perlindungan dan rasa aman. (DL/TAN/WS - RP1DRIEHEMAB)
Seorang pedagang memasang plang pada tokonya sebagai tanda bahwa toko tersebut bukan dimiliki etnis Tionghoa. Pada krisis ekonomi 1998, etnis Tionghoa memang menjadi sasaran kemarahan massa, sehingga banyak dari toko mereka dijarah dan perempuan-perempuan diperkosa. (DL/CC/WS - RP1DRIEGNPAB)
Mahasiswa bersorak-sorai ketika menyaksikan peristiwa mundurnya Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia lewat sebuah layar televisi. Di tengah-tengah krisis politik dan krisis ekonomi, masa kejayaan Soeharto yang telah berlangsung 32 tahun pun berakhir. (DL/JO/ME - RP1DRIEREGAB)
Anak-anak penganut agama Kristen duduk di reruntuhan gereja dan mengikuti kebaktian pada pada 29 November 1998. Kerusuhan 1998 juga menyebabkan 22 gereja di Jakarta dirangsek massa dan dihancurkan. (AFP PHOTO/KEMAL JUFRI)