Penguatan rupiah pagi ini sejalan dengan beberapa mata uang negara di kawasan Asia. Dolar Singapura menguat 0,02 persen, yen Jepang 0,06 persen, peso Filipina 0,12 persen, baht Thailand 0,14 persen, ringgit Malaysia 0,21 persen, dan won Korea Selatan 0,6 persen. Sedangkan renmimbi China melemah 0,05 persen.
Sementara mata uang negara maju masih bergerak variasi. Rubel Rusia dan euro Eropa justru melemah, masing-masing minus 0,13 persen dan minus 0,06 persen. Namun, franc Swiss, dolar Australia, dan dolar Kanada berhasil menguat masing-masing 0,1 persen, 0,02 persen, dan 0,13 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen memang kurang begitu berhasil memberikan sentimen positif menstabilkan nilai tukar rupiah. Begitu pula dengan target pemerintah yang ingin menggenjot rasio pajak sekitar 11,4-11,9 persen pada 2019 mendatang.
Bersama dengan itu, Reza melihat bahwa pergerakan mata uang lain juga masih cenderung melemah karena faktor eksternal yang berdampak ke semua negara, yaitu meningkatkan imbal hasil (yield) surat utang AS. (agi)