Sejalan dengan kurs di pasar spot, kurs referensi Bank Indonesia (BI) atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) juga turut menguat ke kisaran Rp14.074 per dolar AS dari hari sebelumnya di posisi Rp14.094 per dolar AS.
Sejalan dengan rupiah, rupee India berhasil menguat 0,15 persen, renmimbi China 0,07 persen, dan peso Filipina 0,06 persen. Namun kondisi terbalik dirasakan mayoritas mata uang negara di kawasan Asia yang justru melemah di hadapan dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Won Korea Selatan melemah 0,3 persen, yen Jepang minus 0,26 persen, baht Thailand minus 0,13 persen, dolar Singapura minus 0,08 persen, dan ringgit Malaysia minus 0,03 persen.
Sementara untuk mata uang negara maju di dunia, mayoritas terpantau menguat, mulai dari euro Eropa 0,08 persen, pound sterling Inggris 0,31 persen, dolar Australia 0,22 persen, dan dolar Kanada 0,21 persen.
Pasalnya, kenaikan suku bunga acuan diproyeksi menjadi kunci utama untuk mengurangi tekanan rupiah akibat kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS, The Federal Reserve.
"Karena masih ada tekanan dari rencana kenaikan The Fed yang sampai tiga kali sampai akhir tahun nanti. Untuk itu BI perlu menjaga jarak dengan suku bunga The Fed," kata ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan. (agi)