IHSG Diproyeksi Menguat Menanti Hasil Rapat Dewan Gubernur BI

Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Rabu, 30/05/2018 07:41 WIB
IHSG Diproyeksi Menguat Menanti Hasil Rapat Dewan Gubernur BI IHSG diperkirakan melanjutkan penguatannya hari ini, Rabu (30/5), yang dipicu oleh optimisme pelaku pasar terhadap Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatannya pada hari ini, Rabu (30/5). Hal ini karena pelaku pasar optimis pada Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang pro pertumbuhan ekonomi.

Analis Artha Sekuritas Frederik Rasali mengatakan mayoritas pihak memang memprediksi BI menaikkan kembali suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini.

"Namun, kebijakan BI menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ini dalam rangka menstabilkan ekonomi Indonesia," imbuh Frederik dalam risetnya, Rabu (30/5).


Ditambah lagi, Perry sempat mengatakan BI akan memberikan kelonggaran penyaluran kredit untuk properti di bawah kepemimpinannya. Sehingga, kebijakan itu jelas memberikan peluang menumbuhkan industri properti tahun ini.

"Relaksasi pada sektor properti juga menjadi sentimen positif bagi IHSG untuk mengalami penguatan lebih lanjut," kata Frederik.

Makanya, Frederik optimistis IHSG akan bertahan di area 6.000 hari ini. Ia meramalkan IHSG bergerak dalam rentang support 6.003-6.131.


Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menilai kenaikan IHSG akan terhalang oleh aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar, setelah IHSG menguat empat hari berturut-turut.

"Aksi profit taking dapat menghalangi posisi IHSG untuk berada di zona hijau," tutur Reza dalam risetnya.

Dengan demikian, ia memprediksi IHSG berada dalam level support 5.976-5.989 dan resistance 6.098-6.110.


Pada perdagangan Senin (28/5) lalu, IHSG melonjak 92,58 poin atau 1,54 persen kembali ke level psikologis 6.068 setelah bergerak di antara 5.977-6.080.

Kenaikan IHSG itu juga diikuti dengan penguatan nilai tukar rupiah sebesar 0,92 persen di Rp13.995 per dolar AS dan aksi beli asing di pasar reguler sebesar Rp588,42 miliar.


(bir)