AS Catat Tingkat Pengangguran Terendah Sejak Tahun 2000

Reuters & Agustiyanti, CNN Indonesia | Jumat, 01/06/2018 22:53 WIB
AS Catat Tingkat Pengangguran Terendah Sejak Tahun 2000 Amerika Serikat mencatat tingkat pengangguran pada Mei 2018 turun menjadi 3,8 persen, level terendah dalam 18 tahun terakhir. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat (AS) mencatatkan angka lapangan kerja pada Mei meningkat dan tingkat pengangguran turun ke level terendah dalam 18 tahun terakhir di angka 3,8 persen

Departemen Tenaga Kerja AS mencatat upah pekerja naik dengan solid, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga bulan ini. Namun, laporan tren peningkatan (bullish) juga meningkatkan kemungkinan ekonomi negara tersebut memanas (overheat).

"Secara keseluruhan, ekonomi AS terlihat kuat. Dengan kondisi ini, kami masih berharap Fed menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini," "kata Kepala Ekonom Capital Economics, dikutip dari Reuters, Jumat (1/6).



Jumlah tenaga kerja meningkat 223 ribu pada bulan lalu, seiring meningkatkan perekrutan pekerja di sektor konstruksi. Selain itu, ada pula peningkatan pendapatan yang signifikan pada pekerja di sektor ritel dan perhotelan.

Perekonomian AS berhasil menciptakan 15 ribu pekerjaan, lebih besar dari laporan pada bulan Maret dan April. Tingkap pengangguran ini sesuai dengan ekspektasi The Fed di akhir tahun ini.

Upah per jam rata-rata pekerja AS naik delapan sen, atau 0,3 persen dari bulan lalu setelah merayap naik 0,1 persen pada April. Kenaikan ini mendorong pertumbuhan tahunan rata-rata upah pekerja per jam menjadi 2,7 persen dari 2,6 persen pada April.


Data pertumbuhan lapangan kerja yang kuat, didorong oleh serangkaian data ekonomi lainnya yang optimis menunjukkan perekonomian AS yang tumbuh lebih cepat di awal kuartal dua, setelah melambat di awal tahun.

Kondisi ekonomi yang membaik ini terjadi bahkan sebelum stimulus pake pemotongan pajak penghasilan sebesar US$1,5 triliun dan peningkatan belanja pemerintah belum memberikan dampak. Namun, kebijakan Trump soal tarif impor yang memicu perang dagang diperkirakan akan membawa pengaruh negatif pada perekonomian AS.

Saat ini, inflasi AS tberada di bawah target The Fed sebesar 2 persen. Bank Sentra AS telah mengerek tingkat bunga pinjaman pada Maret dan memperkirakan bakal ada dua kali kenaikan suku bunga lagi di tahun ini. (agi)