Akhir Pekan, Bursa Saham Diramal Melemah Terbatas

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Jumat, 22/06/2018 07:29 WIB
Akhir Pekan, Bursa Saham Diramal Melemah Terbatas Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan mulai terbatas pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (22/6). Analis menilai hal itu disebabkan tekanan jual saham mulai berkurang.

Salah satunya terlihat dari aksi jual asing yang menurun di pasar reguler pada perdagangan kemarin, yakni Rp709,31 miliar, dari sebelumnya lebih dari Rp1 triliun.

"Pelemahan ini mulai terbatas terlihat dari tekanan jual yang sudah menurun," kata Analis Artha Sekuritas Frederik Rasali melalui risetnya.



Sementara itu, sentimen perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China dan Eropa masih berdampak negatif pada pasar saham. Ditambah Uni Eropa juga akan memberlakukan tarif impor bea masuk sebesar 25 persen terhadap produk-produk AS mulai hari ini.

"Perang dagang yang terus berlanjut setelah Uni Eropa mengenakan tarif impor balasan terhadap AS," jelas Frederik.

Komisaris Perdagangan Uni Eropa Cecilia Malmstrom mengatakan tarif ini untuk membalas perang dagang yang dilakukan Presiden AS Donald Trump terhadap produk baja dan aluminium asal Eropa sejak awal Juni 2018.


Berdasarkan sentimen eksternal tersebut, Frederik menilai IHSG masih belum memiliki kekuatan untuk kembali ke level 6.000. Menurutnya, IHSG akan bergerak dalam rentang support 5.731 dan resistance 5.905.

Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada memproyeksi pelemahan bursa saham global juga akan berimbas negatif bagi indeks dalam negeri. Selain itu, pelaku pasar terbilang panik karena IHSG belum mampu kembali ke area positifnya kemarin.

Terpantau, tiga indeks utama bursa saham Wall Street memang berakhir di zona merah tadi malam. Bila dirinci, Dow Jones turun 0,8 persen, S&P500 turun 0,63 persen, dan Nasdaq Composite turun 0,88 persen.

Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin semakin terperosok ke level 5.822 atau terkoreksi 1,04 persen. Hal itu sejalan dengan turunnya nilai tukar rupiah yang mencapai 1,22 persen.


"Namun posisi mayoritas saham masih menarik untuk dikoleksi (hari ini)," ucap Reza dalam risetnya.

Hari ini, ia memproyeksi IHSG berada dalam rentang support 5.808-5.816 dan resistance 5.832-5.841. (lav/lav)