BI Serap Likuiditas Rp291,6 Triliun Hingga Juli

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Rabu, 25/07/2018 06:53 WIB
BI Serap Likuiditas Rp291,6 Triliun Hingga Juli Ilustrasi uang. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mencatat telah menyerap likuiditas sebesar Rp291,6 triliun sejak awal tahun hingga 20 Juli 2018 melalui berbagai instumen.

Instrumen yang dimaksud, antara lain term deposit rupiah, reverse repo Surat Utang Negara (SUN), repo, Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), standing facilities, dan Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI).

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah mengatakan kondisi pasar saat ini sedang mengalami ekses atau kelebihan likuiditas. Untuk itu, BI menilai perlu dilakukan operasi moneter untuk menyerap dana di pasar.


"Perbankan sebenarnya ekses likuiditas, tetapi profil tiap bank beda-beda. Kenapa? karena pasarnya masih tersegmentasi," ungkap Nanang, Selasa (24/7).


Nanang menjabarkan, penyerapan melalui reverse repo SUN pada 20 Juli 2018 tercatat sebesar Rp69,9 triliun, term deposit rupiah sebesar Rp35,9 triliun, standing facilities sebesar Rp38,62 triliun, dan SBIS sebesar Rp10,42 triliun.

Sementara, pada saat itu instrumen Sertifikat Bank Indonesia (SBI) masih tercatat nol rupiah karena penerbitan lelang telah dihentikan sejak 2016 lalu.


Namun, BI memutuskan untuk melakukan reaktivasi lelang SBI pada Senin (23/7) kemarin dan berhasil menyerap dana di pasar sebesar Rp5,97 triliun. SBI itu memiliki tenor sembilan bulan dan 12 bulan.

Rencananya, BI berencana melakukan lelang SBI setiap satu bulan sekali dalam waktu mendatang. Hanya saja, Nanang belum bisa memastikan setiap tanggal berapa SBI itu akan diterbitkan. (agi/agi)