BI Ramal Inflasi Juli 0,25 Persen Akibat Telur Ayam

Dinda Audriene Muthmainah , CNN Indonesia | Sabtu, 28/07/2018 14:59 WIB
BI Ramal Inflasi Juli 0,25 Persen Akibat Telur Ayam BI memperkirakan tingkat inflasi hingga pekan keempat Juli sebesar 0,25 persen, didorong kenaikan pada harga telur ayam, daging ayam ras, dan cabai rawit. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) menyebut telur ayam, daging ayam ras, dan cabai rawit bakal menjadi penyumbang inflasi sepanjang Juli 2018. Maklum, harga ketiga komoditas itu menanjak belakangan ini.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengestimasi tingkat inflasi hingga pekan keempat Juli  sebesar 0,25 persen. Angka itu terbilang turun dibandingkan dengan inflasi pada Juni 2018 sebesar 0,29 persen.

Namun, estimasi itu justru naik jika dibandingkan dengan survei BI pada pekan awal Juli, di mana inflasi tercatat 0,13 persen. Kemudian, pekan kedua Juli naik menjadi 0,23 persen dan pekan ketiga sama seperti pekan keempat, yakni 0,25 persen.


"Kalau 0,25 persen itu inflasi berarti year to date (ytd) nya 2,15 persen dan year on year 3,16 persen. BI masih comfortable dengan angka itu," kata Mirza, Jumat (27/7).


Menurut Mirza, telur ayam menyumbang inflasi sebesar 14 persen, daging ayam ras sebesar 6,9 persen, dan cabai rawit sebesar 19 persen. Sementara, sumbangan inflasi komoditas lainnya turun.

"Daging sapi turun 1,35 persen, bawang putih 4,7 persen, cabai merah turun 6,6 persen, beras terbilang stagnan turun 0,03 persen," jelas Mirza.


Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pihaknya tengah menyoroti ketersediaan dan distribusi dalam menjaga kestabilan harga pangan.

Hal itu dilakukan seiring target BI untuk menjaga inflasi rendah dalam jangka panjang. BI menargetkan inflasi berada di level tiga persen plus minus satu persen pada 2020 dan 2021. (agi/agi)