BBM Jenis Euro II Rugikan Masyarakat Rp38,5 Triliun per Tahun

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 12:44 WIB
BBM Jenis Euro II Rugikan Masyarakat Rp38,5 Triliun per Tahun Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan bahwa penggunaan BBM jenis Euro II telah menimbulkan kerugian materi sebesar Rp38,5 triliun per tahun bagi masyarakat.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK Karliansyah mengatakan kerugian tersebut disebabkan oleh kandungan udara kotor yang terdapat dalam BBM jenis tersebut.

Udara kotor tersebut telah memicu banyak penyakit. Dan karena penyakit tersebut, masyarakat harus mengeluarkan dana Rp38,5 triliun per tahun untuk biaya pengobatan.


"Kalau kami dari sisi lingkungan melihat Euro II ada kandungan sulfur maksimal 500, itu ada karbondioksida lalu hidrokarbon," ucap Karliansyah, Kamis (9/8).

Atas kerugian itulah, ia menyarankan pada masyarakat untuk segera mengalihkan penggunaannya ke BBM ke standar Euro IV.

Dampak kesehatan dari kandungan dalam Euro 4 ia klaim lebih aman dan baik  bagi lingkungan dibanding Euro II.


"Euro IV kandungan sulfurnya maksimal 50. Ini yang mendasar maka mutlak harus segera diperbaiki," jelas Karliansyah.

Selain positif untuk kesehatan, lanjut Karliansyah, penggunaan Euro IV juga akan membuat usaha bidang otomotif lebih efisien dalam membuat mesin mobil.

Pasalnya dengan penggunaan BBM jenis tersebut, mereka tidak perlu lagi memproduksi dua jenis mesin, pertama untuk Euro II dan kedua untuk Euro IV yang ditujukan untuk kepentingan ekspor.

"Itu bisa membuat industri otomotif jadi lebih kompetitif," katanya.

Asisten Deputi Pelestarian Lingkungan Hidup Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Dida Gardera menngatakan untuk mendukung masyarakat agar mau menggunakan BBM Euro IV, pemerintah akan memberlakukan kebijakan untuk menggunakan BBM tersebut  mulai Oktober 2018 mendatang.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 20 Tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang.



Menurut Dida, penerapan kebijakan Euro IV akan menghemat pemakaian BBM jika dibandingkan dengan BBM standar Euro IV.

Bila merujuk pada hasil riset, kata Dida, jumlah dana yang dikucurkan pengguna mobil per tahunnya akibat kemacetan mencapai Rp40 triliun.

"Jadi dengan Euro IV diharapkan bisa menurun, tapi untuk efisiensinya berapa belum ada hitungan formal," terang Dida.

Walau akan berlaku Oktober, PT Pertamina (Persero) mengaku sudah menjual Pertamax Turbo atau BBM standar Euro IV tersebut di 791 SPBU yang tersebar di berbagai daerah.

Tapi sayang, Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan jumlah permintaan masyarakat terhadap BBM jenis tersebut masih terbilang rendah.

Data Pertamina per Juni 2018 tingkat konsumsi Pertamax Turbo sebanyak 23.850 ribu kiloliter (KL) per bulan.



(agt/agt)